Cahaya mentari pagi menembus kaca jendela kamarku. Meliukkan badan rasa malas untuk bangun sangat terasa. Tetapi aku harus bangun karna hari ini pulang ke kota Cotana. Hari libur ku sudah selesai, waktunya kembali bekerja. Aku hidup sendiri dikota Cotana, tinggal disebuah apartemen tidak jauh dari tempatku bekerja, keluargaku sebagian ada dikota Contessa dan sebagian besarnya berada dikota Messina.
"Zoya bangun nak, sudah jam tujuh ini" kudengar suara ibu memanggil dari luar kamar.
"Ya bu, udah bangun ini"
Segera ku bangkit dari kasur, menuju kamar mandi dan bersiap.
"Habiskan sarapanmu".
"Iyaa bu, siap".
Segera kuhabiskan sarapan dan berpamitan kepada ibu.
"Bu pergi ya, jaga kesehatan ibu, jangan capek harus banyak istrahat, nanti Zoya kabarin kalau udah sampai" ku cium kedua pipi ibu dan segera memanggil Alex adikku.
"Lex antar aku ayo cepat"
Perjalanan menuju kota Cotana tidak begitu ramai, karena berangkat pagi hari, tetapi jika berangkat disiang atau sore hari suasana akan berubah menjadi padat, aku tidak suka berhempitan berebut masuk ke ferry. Lebih suka berangkat pagi, suasana masih sepi dan tenang.
Ting...
Suara ponsel ku berbunyi, ada sebuah pesan yang masuk. Siapa ini pagi sekali batin ku dalam hati. Setelah kulihat nomor yang tampil dilayar handphone, itu asing, tidak ada nama dan aku tidak tau itu siapa. Kubuka pesannya.
Hallo Zoya, selamat pagi
Salam kenal :)
Kukerutkan kening, berpikir siapa seseorang yang mengirimiku pesan ini. Tidak kuhiraukan pesan itu, tetapi kucari nama Arta di handphone, dan segera ku hubungi.
"Hallo Ta, sibuk gak?"
....
"Aku mau nanya sih, nomor ku kamu udah ada kasih ke temenmu itu ya? "
....
"Boleh gak kamu kirim kontaknya ke aku"
....
"Bukan, cuma mau mastiin aja, barusan ada yang mengirimi aku pesan, siapa tau emang dia itu kan"
....
"Okey, thankyou Ta" kumatikan pangilan ku dan melihat nomor yang dikirim Arta. Ternyata benar nomor yang sama. Apakah harus ku balas ya, ah sudahlah nanti saja, batin ku.
Hampir satu jam ku berada didalam ferry, lumayan lama perjalanan pagi ini, sedikit terlambat keberangkatan dari kota Contessa. Ku panggil taksi dan kuberi alamat apartemenku.
Ting...
Ku buka pesan itu, dan ternyata dari nomor yang sama.
Zoy?
Apa aku mengganggu mu?
Apa sebaiknya ku balas saja ya, batinku. Sambil memikirkan apa yang harus ku balas, tak terduga nomor itu menelfonku. Tetapi tidak ku angkat, karena aku ragu membalas pesannya apa lagi mengangkat telefonnya.
Suasana kota hari ini cukup cerah, kendaraan pun cukup ramai, hampir sama dengan hari biasa, dikota ini seperti tidak ada hari libur, semua orang sibuk dengan kegiatan masing-masing. Ku perhatikan jalanan dan gedung tinggi berlaluan. Taman pinggiran jalan sebagai pemandangan hijau yang lumayan membuat mata segar. Entah apa yang kupikirkan, sampai melamun memandangi luar jendela mobil, dan dikagetkan suara pak supir.
"Nona sudah sampai"
"Oh iya pak, terimakasih pak"
Kumasuk ke gedung apartemen, menekan tombol angka lima. Lift terbuka dan segera ku masuk.
"Akhirnya, bisa rebahan dikamar" ucapku sambil menunggu lift sampai kelantai atas.
Ting...
"Siapa lagi nih" ucapku sambil mencari handphone ditas. Kulihat lift sudah sampai kelantai lima, dan terbuka. Aku keluar menuju kamar sambil melihat pesan yang masuk.
Maaf ya menggangu waktumu.
"Dia lagi ternyata, ya sudah lah, entar kan ku balas" ungkapku sambil membuka kunci pintu kamar.