Hallo juga, maaf tadi masih dalam perjalanan
Kubalas pesannya. Sedikit kebingungan kalimat apa yang harus ku balas. Tetapi tetap ku kirim kalimat itu.
Ting...
Segera kubuka balasan pesan darinya.
Kenalin, aku Elvan, bolehkan aku kenal kamu lagi Zoy?
***
Sudah hari ketiga kami berkenalan, Elvan merupakan lelaki dimasa sekolahku dulu, dia mengenali aku sedangkan aku tidak mengingatnya. Cukup buruk ingatanku tentang seseorang. Dia tinggal dikota Messina, kota kelahiranku. Masih banyak hal yang belum ku ketahui tentangnya.
Seiring waktu berjalan tanpa terduga dimalam hari keempat ku mengenalnya, dia menanyakan kepadaku apakah aku mau menjadi kekasih nya. Sangat kaget dengan pertanyaan itu, karena sedikitpun tidak terpikirkan oleh ku untuk sampai kearah sana. Dia menunggu jawaban dari ku, karena tidak ada respon di pun menelepon ku malam itu.
Tidak tau yang mana wajah nya, tidak pernah bertemu, tegur sapa pun tidak pernah, tiba-tiba menelpon menanyakan kan hal yang sama saat dia mengirim ku pesan.
"Eee, gimana ya Van, aku bingung, soalnya aku baru banget kenal sama kamu, dan secepat ini kamu ingin aku menjadi kekasihmu" jawabku.
Disebrang sana mengatakan tidak masalah mengenai perkenalan yang singkat ini, menjadi kekasihnya berarti sama-sama saling mengenal lebih jauh tentang masing-masing dari kita.
Mendengar jawaban yang membuatku terdiam, ada benarnya yang dikatakan Elvan, tapi apa secepat ini. Aku bimbang, ragu dan juga takut. Tetapi aku pun tidak tau kenapa aku menjawab hal yang sangat membuat diriku sendiri pun heran.
"Baiklah Van, kita sama-sama saling kenal, mungkin belum tau kapan kita akan berjumpa, paling tidak kita bisa saling mengenal diri masing-masing ".
Dan malam itupun kami resmi menjadi pasangan kekasih, tidak banyak yang mengetahui hubungan ini, hanya aku dan dia, karena memang tidak ku beritahu siapapun, termasuk Arta. Semoga saja ini jalan yang baik untuk ku yang sangat sibuk bekerja mendapat kekasih jauh dariku, dan semoga semua berjalan sesuai dengan yang ku harapkan.