Malam ini, aku tidak bisa tidur nyenyak. Meski dua orang yang dirawat ini dalam keadaan baik-baik saja. Aku tetap tidak bisa memejamkan mataku. Bahkan, malamnya aku memilih untuk berada di samping Ajeng, ketimbang menjaga mama. Saat, aku lihat Ajeng sudah tertidur lelap. Aku kembali masuk ke kamarnya untuk menemani malam ini. Daripada, Farale yang menemani Ajeng. Aku pikir, lebih baik Farale menemani mama. Entah ada apa dengan diriku. Aku tidak rela ada orang lain yang menjaga Ajeng selain diriku, meski itu Farale. “Maafkan aku,” kataku sambil memegangi tangannya. Aku pun membelai lembut pipinya yang indah. Waktu sudah menunjukkan jam dua dini hari. Aku baru mulai merasa mengantuk. Akhirnya, aku putuskan untuk tidur di samping Ajeng. Rasa bersalah yang ada di lubuk hatiku, membuat aku t

