BERSAMA KESSY

1517 Words
Malam bersama kamu aku selalu terhanyut. Dimabuk cinta kamu membuat aku lupa siapa diriku. Aku tidak pernah peduli apa kata orang tentang kamu, yang terpenting saat ini adalah aku dan kamu selalu saling mencintai selamanya. Bukankah cinta itu tidak perlu memandang apa dan siapa, maka nikmati dan rayakanlah. Chen sudah berada di Hotel bersama dengan Kessy. Chen selalu terpesona dengan semua kecantikan Kessy. Kessy punya bentuk tubuh yang ideal dengan tinggi diatas rata-rata wanita Indonesia. Kessy mempunyai rambut ikal yang selalu di curly, Kessy sempurna dan selalu percaya diri. Urusan pendidikan Kessy juga tidak mau kalah dengan wanita modern lain. Kessy lulusan terbaik fakultas bisnis. Kessy sempurnah sebagai wanita modern yang tinggal di Jakarta. Kekurangan Kessy adalah terlena dengan harta yang orang tua punya begitu juga dengan semua kemanjaan yang Chen berikan. Chen sangat memanjakan Kessy, Chen tidak akan pernah tega melihat Kessy menangis. Bahkan kalau bisa Chen tidak akan pernah mengijinkan Kessy cemberut. Chen memaklumi semua sikpa dan tindakan yang Kessy lakukan. Chen menutup telinga dan mata saat orang ada yang menjelekan tentang Kessy. Chen hanya jatuh cinta sama Kessy, Chen hanya selalu dimabuk cinta. Jika seluruh dunia menyalahkan Kessy dan menuduh Kessy jahat, maka satu-satunya orang yang akan berdiri di depan membela Kessy adalah Chen. Chen tidak pernah menaruh penilaian jelek tentang Kessy. Chen selalu percaya pada yang Kessy bilang dan mengabaikan semua yang orang lain bilang. Bahkan saat Chen dan Kessy tidak sengaja berpapasan di mall sepulang meeting dan Kessy sedang bergandengan tangan dengan laki-laki lain, asal Kesyy bilang laki-laki yang bersama adalah teman maka Chen akan langsung percaya begitu saja. Chen duduk di kursi menunggu Kessy menutup pintu Hotel. Kessy menghampiri Chen dan duduk di kursi yang berlainan arah dengan Chen. Kessy menyalakan televisi untuk memecah keheningan. Kessy bangun dari duduk dan mengambil wine yang sudah disiapkan untuk Chen. Kessy menuangkan wine di gelas milik Chen. “Terima kasih.” Chen berbicara sangat lembut sambil tersenyum kepada Kessy. “Katanya datang telat dan agak malam, kok cepet sih? Aku belum mandi tau Kak, aku juga baru sampai Hotel sekitar beberapa menit lalu.” Kessy merengut kepada Chen. “Aku sengaja datang lebih cepet karena aku kangen banget sama kamu, aku udah gak sabar ingin berdua sama kamu. Kamu mandi atau tidak sama saja buat aku, kamu tetap cantik.”  Chen melemparkan kata-kata rayuan untuk Kessy. Chen menyenderkan badan di sofa, seolah lega sudah bisa berduaan bersama Kessy. “Nenek sama Kakek tumben gak nginep di rumah kamu?” Kessy bertanya tentang Nenek dan Kakek. Chen masih menyenderkan diri ke sofa melepaskan semua lelah yang ada, mengendurkan otot tubuh yang selalu tegang. “Nenek sama Kakek ada keperluan jadinya pulang lebih awal. Lagian kalau ada Nenek dan Kakek aku gak akan bisa datang kesini.” Ujar Chen. Kessy tersenyum merasa menang, rencana Kessy berhasil. Kessy ingin menguasai Chen sepenuhnya. Kessy tidak akan pernah membiarkan Chen berlama-lama bersama Nenek dan Kakek. Kessy sangat ketakutan. Kessy takut Chen dipengaruhi oleh Kakek Nenek. “Apa tanggapan Kakek dan Nenek tentang aku yang menolak untuk makan di pinggir jalan tadi?” Kessy penasaran dengan tanggapan Kakek dan Nenek. “Gak masalah, mereka gak ngomong apapun. Mereka maklum kok sama kamu, kamu kan gak terbiasa makan di pinggir jalan.” Chen selalu menutupi semua keluhan Kakek dan Nenek tentang Kessy, Chen tidak mau terjadi perang dunia ke sepuluh kalau bilang semua yang Nenek dan Kakek katakan tentang Kessy. “Kenapa kamu tanya begitu? Kamu jangan punya pikiran yang jelek dong sayang tentang Kakek dan Nenek. Kakek dan Nenek sudah kenal kamu dari kecil, kamu juga sudah deket banget sama mereka. Rasanya aneh aja kalau kamu masih gak percaya kalau Kakek sama Nenek sayang sama kamu.” Chen mengingatkan Kessy. Kessy mengangguk pelan “Aku percaya kok kalau Kakek dan Nenek sayang sama aku, mereka berdua orang yang selalu mendukung hubungan kita. Aku hanya Khawatir aja penilaian Kakek dan Nenek kamu berubah tentang aku.” Kessy sudah punya firasa karena Kakek dan Nenek Chen masih waras dalam menilai Kessy. Kakek dan Nenek Chen sangat tahu berapa jumlah uang yang setiap bulan Kessy minta kepada Chen. Kakek dan Nenek Kessy juga tahu kalau Kessy hanya memanfaatkan Chen saja. Hanya saja Kakek dan Nenek Chen tidak mau membuat Chen patah hati karena dilarang bertemu dengan Kessy. Kakek dan Nenek Chen sangat maklum jika Chen sangat mencintai Kessy karena sedari kecil teman bermain Chen hanya Kessy. “Gak kok, mereka seperti biasa gak pernah komentar tentang apapun kecuali dimintai saran. Mereka datang ke Jakarta hanya untuk menengok cucunya yang sudah lama gak pernah pulang.” Chen memberikan rasa tenang kepada Chen. Chen menggaruk belakang kepala meski tidak gatal. Chen memperbaiki duduk “Kamu belum mandi kan? Gimana kalau kita mandi bareng sambil menikmati satu gelas wine di bethub. Aku pastikan tubuh kamu akan bersih.” Chen melemparkan senyuman nakal pada Kessy. Kessy membalas senyuman Chen. Kessy mengambil gelas wine milik sendiri dan pergi menuju kamar mandi tanpa mengiyakan ajakan Chen. Dengan membawa wine ke arah kamar mandi Chen sudah tahu kalau Kessy setuju dengan apa yang Chen minta. Kessy sudah berada di kamar mandi. Kamar mandi yang ada di Hotel sangat luas. Bethub juga muat untuk dua orang karena bentukanya kotak. Kessy menyalakan keran air dengan posisi menunggung ke arah Chen. Jelas Chen bisa melihat apa yang ada di dalam mini dress yang Kessy kenakan. Terlihat warna merah menggoda yang membuat Chen menelan ludah. Chen menyimpan wine di dekat wastaple. Chen melonggarkan kancing kemeja. Kessy masih sibuk mengatur suhu air, Kessy menaruh cairan aromatherapy yang bisa membuat nyaman ke dalam bethub. “Airnya belum penuh, gimana kalau kita bersulang dulu?” Kessy mengacungkan gelas wine kepada Chen. Chen menyambut gelas wine milik Kessy dan bersulang. Chen meneguk dengan menuh kenikmatan. Chen menyalakan musik jazz yang lembut. Chen dan Kessy terhanyut dalam suasana romantis. Chen mengeluarkan satu buah kalung dari saku celana. Chen sengajak tidak membawa kotak kalung dan menyuruh pegawai toko kirim ke kantor karena Chen ingin memberikan kejutan untuk Kessy. Chen menunjukan kalung berlian di depan mata Kessy. “Boleh aku pakaikan ini di leher kamu?” Mata Kessy terbelalak melihat kalung berlian yang Chen pegang. Tentu saja Kessy sangat bahagia. Kessy tahu persis harga kalung berlian yang kini ada digengaman tangan Chen. Kessy mengangkat rambut ke atas. Chen mendekat ke arah Kessy. Chen memasangkan kalung dengan muka yang menempel disisi kanan Kessy. Selesai memasangkan kalung Chen meraba leher dan belakang tubuh Kessy. Kessy memejamkan mata. Permainan dimulai. Satu persatau busana yang menutupi Chen dan Kessy terkulai ke lantai. Chen dan Kessy hanyut dalam permainan menyatukan perasaan, hati dan juga tubuh. Chen sangat candu pada Kessy. Kessy yang awalnya merayu Chen untuk mau melakukan hubungan badan saat duduk di bangku SMA. Dimulai dari SMA Kessy dan Chen selalu bersama saat saling membutuhkan. Chen hanya bertahan pada satu wanita sementara Kessy tidak pernah puas dengan satu pria. Kessy berlayar mencari banyak pria untuk menghabiskan malam. Kessy tidak pernah cukup jika hanya menikmati milik Chen saja. Untuk urusan menyatukan dua tubuh Kessy selalu kehausan. Chen tidak yakin bisa menemukan wanita seperti Kessy lagi. Kessy bisa memberikan apa yang Chen mau, Kessy bisa membuat Chen puas. Cinta Chen dan Kessy tidak sederhana, ada hati yang sudah tenggelam dan siap berkorban. Orang lain tidak akan pernah tahu apa yang Chen rasakan. Orang lain hanya menilai Kessy sekilas mata, tapi Chen menilai Kessy sepanjang hidup. Kessy dan Chen saling memburu. Perlahan menuju sangat panas. Dari berdiri hingga duduk dan tertidur di lantai. Dari mendesah hingga berteriak nikmat. Keduanya tidak ingin melewatkan apapun yang ada di diri pasangan. Kessy semakin liar dan Chen semakin bersemangat. Malam ini menjadi malam yang sangat membuat Chen bahagia. Tidak hanya satu kali tapi mala mini Chen dan Kessy melakukannya sampai lemas, sampai tidak punya tenaga untuk bangun lagi. Chen tertidur lelap ketika sudah dikuras tenaga oleh Kessy. Kessy sengaja membuat Chen kelelahan karena Kessy ingin membuka Tab kerja yang Chen bawa. Kessy membuka tas Chen dan membawa Tab milik Chen. Kessy dengan sangat hati-hati menggunakan jari Chen untuk membuka kunci TAB. Setelah TAB terbuka, Kessy berselancar mencari apa yang dimau. Data perusahaan milik Chen! Dari dulu sampai sekarang Kessy tidak pernah tulus mencintai Chen. Kessy hanya ingin semua yang menjadi milik Chen akan menjadi milik Kessy. Orang tua Kessy tahu persis bagaimana Chen menyimpan data perusahaan. Orang tua Kessy sengaja memanfaatkan Kessy untuk mengambil seluruh data perusahaan milik Chen. Kessy sudah berhasil memindahkan data milik Chen. Kessy tersenyum puas. Kessy menyimpan kembali TAB milik Chen ke dalam tas. Kessy kembali ke dalam selimut. Kessy memeluk Chen sangat erat. Chen membalas pelukan Kessy. Lagi dan lagi, setiap kali bersentuhan maka Chen akan terus menghajar Kessy. Chen dan Kessy bekerja keras sampai pagi. Ada alasan Chen ingin melakukan berkali-kali dalam satu malam. Kessy tidak pernah memberi Chen dengan percuma, sangat sulit untuk meminta. Chen harus selalu menunggu Kessy yang mengajak, makadari itu Chen tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang Kessy berikan. Kessy juga tidak pernah menolak, Kessy mengakui bahwa dari semua laki-laki yang pernah tidur bersama Kessy, Chen salah satu yang terbaik dan selalu memberikan kepuasan untuk Kessy. Kessy rela melayani Chen dalam satu malam.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD