Badarawuhi

391 Words
Suasana mulai tenang, walaupun masih menangis setidaknya mereda. Pelukannya mulai tak mengisyaratkan ketakutan, sesekali mendongak memandang ke wajah (aku lebih tinggi dari dia) kemudian bersandar lagi ke d**a. Tak ada percakapan saat itu hanya... Hanya Andri yg sepertinya harus ku suruh pergi(si kehed urg titah indit heula) "bentar ya", aku melepaskan pelukan dan menghampiri Andri. "Dri pangmeulikeun rokok lah dua batang" "jir dua batang" "Oh heueuh ath dua bungkus, keur maneh hiji, rokok dua bungkus, kopi dua, pocari hiji, aqua we tilu", ucapku sambil memberinya uang. "Naon goceng" "tambahan heula atuh jiga lain jeung dulur wae, tdi menang ongkos gopay hungkul" "siap" "meulina ka warung nu di bojongsoang nya, ngeunah rokokna" "nu hareupeun transmart?, nginjeum motor na" "leumpang we ath jiga lain anak gunung wae" Andri pun pergi(lila lila siah kircon-bojongsoang) Aku kembali menghampiri Shopie, dia menjelaskan kenapa Kevin sampai seperti itu. Pada intinya setelah pertemuan kita, Shopie lebih cuek ke Kevin dan Kevin tidak terima. Berulang lagi dia ucapkan kalimat yg sama "aku gak mau ketemu dia lagi", sepertinya trauma berat buat dia "Iya dia pasti gak bakal berani ganggu kamu lagi, kamu tenang ya. kamu kalau mau meluk, meluk lagi aja, aku ngerti kok"(SKILL PREDATOR DIAKTIFKAN) "Mau", sambil tangannya merengkuh ke badan. Aku tak banyak bicara saat itu selain membalas pelukannya. Suasana dingin dan sepi menambah kesan romantis malam itu. Rintik hujan pun mulai membasahi tanah mengeluarkan aroma khas keheningan dan... (Si kehed datang) "eta di hareup aya warung, naon jauh jauh k bojongsoang jaba hujan" (Duhhhh aing) Aku yg tak ingin mengganggu Shopie yg tengah nyaman di pelukan, membalas dgn nada lembut "heueuh sok we maneh heula, menta aqua na we hiji" Andri pun kembali menunggu di luar. Shopie tak melepas pelukannya sekalipun aku tawarkan minum. Berat memang yg dia alami tadi, di bentak orang yg dia sendiri tak menginginkan keberadaannya. Melanjutkan suasana romantis(stlah sebelumnya terganggu), aku mengusap rambutnya. Sesekali saling menatap dan senyum tipis bertebaran, ingin rasanya mengecup kening untuk memberi dia kehangatan. Keberanian mulai di bangun dan.... "Jek urg milu di jero heueuh, sieun euy tdi asa ningali Badarawuhi di hareup" "heueuh da desa penari, sia mh borangan lalajo nu kitu atuh", nada ku kesal sejadi jadinya. Aku memutuskan pamit, memberi waktu untuk Shopie beristirahat. Dan meyakinkan dirinya bahwa semua akan baik baik saja, Kevin tak akan lagi berani mengganggunya dan aku akan selalu menjaganya. -----------------
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD