Keesokan harinya aku pergi ke kosnya Shopie, pukul 06.00 rasanya tak terlalu pagi untuk memastikannya baik baik saja.
Nasi kuning, nasi uduk(CAKEP -tpi ini bukan pantun) mengiringi kedatanganku, aku yakin dia belum makan dari semalem.
Shopie membukakan pintu, tahu yg membuat aku senang?, (dia memakai tengtop putih, celana pendek hitam dan rambut sedikit berantakan?, yap, harapan kita sama tpi tidak di cerita ini hahaa), yg membuat aku senang dia terlihat sehat, senyum ceria seperti melupakan kejadian semalam.
Kami pun sarapan sambil berbincang namun tak menyinggung kejadian malam tadi, aku takut dia masih shock. Tapi malah dia yg memulainya,
"kamu serius ucapan semalam?"
"yang mana?"
"itu loh yg waktu kamu bilang 'Shopie milik gua?"(alah siah)
"Oh iya yg itu, (make jeung pede deuih atuh aing, panggih karek seminggu).
Maaf ya lancang, aku ngomong sejauh itu tanpa sepertujuan kamu sebelumnya. Aku hanya berusaha ngeprotek kamu biar dia gak berani lagi macem macem", jawabku dgn nada yg ragu (sempet terbayang dia menampar kemudian bilang 'maaf ya kamu itu terlalu hinyai buat aku')
Degup jantung berdebar kencang, duduk sudah tak karuan, gugup segala macam jadi satu. Aku minum untuk sedikit meredakan,
"Aku mau kok"
"Uhukkk", mendengarnya aku tersedak, walaupun yakin bisa mendapatkannya tapi dgn waktu yg begitu cepat itu luar biasa. (Aing atuh, bari nepak d**a)
" Kamu serius?"
Dia mengiyakan dgn mengangguk angguk, bibir yg di tarik ke dalam dan alis yg di angkat(tahu kan ekspresi gemes cewek saat mengulang kata 'iya', kalau belum, cepetan deh cari jodoh, nitip we hiji nya)
"aaaaaaaaaaaaaaa, ooooooooooo, eeeeeeeeeee", suara musik mengalun, beberapa anak anak datang meraih tangan kami dan menuntun ke taman, kemudian kami menari dan bernyanyi.(Nggak dong, samaruk film India)
"kamu pikir aku mau di peluk, rambut aku di elus, sempet mau kamu cium kening jga (aduh ka panggih) itu kenapa kalau aku gak suka.
Ngerasa nyaman aja gitu di pelukan org yg bisa ngejagain aku.
Dan ucapan kamu yg bilang aku milik kamu... itu terngiang ngiang tahu ih"(heueuh kuduna kamari nitah si Andri meuli wajit ka Cililin)
Kami pun berpisah setelah itu, aku harus ngojek karena sudah siang juga. Dan kami berencana dinner malam ini sebagai perayaan hari jadi. (a***y)
------------