31. Sendiri

1352 Words

"Saya bisa bantu!" setelah mendengar cerita Agnia panjang lebar dan sebenar-benarnya, tanpa berpikir panjang, Aarav langsung menawarkan diri membayarkan semua hutang gadis itu. Jumlah itu tak seberapa baginya jika dibandingkan dengan senyum dan semangat sang gadis yang telah memudar, Aarav tidak menyukai hal itu. Bukan sekedar ingin menarik simpati dari gadis yang ia taksir, tapi aslinya Aarav memang pribadi yang baik dan murah hati. "Nggak usah Pak, saya gak mau ngerepotin orang lain." sanggah Agnia cepat, pastinya gadis itu masih punya harga diri dan rasa hormat pada sang Dokter. "Oh, jadi karena saya orang lain!" kata pria itu dengan nada kecewa. "Bukan pak, saya hanya punya prinsip. Selagi saya masih mampu untuk berjuang, maka tak ada alasan untuk berpangku tangan." Sebuah pemiki

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD