"Ti... tiga puluh juta?" Agnia langsung syok saat mendengar pemberitahuan resmi dari tiga orang tersebut. Setelah tiga orang tersebut menemuinya di kawasan kampus yang katanya perkara serius, Agnia lekas mengajak mereka bicara ditempat yang lebih aman. "Itu sudah termasuk denda dan tunggakan, mbak!" "Tapi saya gak pernah mengajukan pinjaman sebesar itu!" bantahan Agnia mendapat respon gelengan kepala dari para pria itu. Mereka sudah terbiasa menghadapi nasabah yang tidak mengaku. "Kami punya bukti, dan semua berkas yang ada pada kami dibawah tanggung jawab anda." kedua bahu Agnia merosot lemah. "Tapi pak!" "Anda harus melunasi semua hutang-hutang itu dalam tempo satu kali dua puluh empat jam!" Andai ia punya riwayat darah tinggi, mungkin Agnia sudah jatuh stroke saat itu juga.

