35. Tak Mungkin

926 Words

"Om!" Jesika membukakan pintu untuk Anggara. Begitu senang dengan kedatangan sang kekasih, wanita itu langsung menerjang dan memeluk Anggara. Anggara mendorong pelan tubuh Jesika yang masih menempel agar dirinya bisa masuk dan menutup pintu. "Kenapa sih, kok sedih!" Anggara mengurai pelukan, ia meraup wajah Jesika yang berderai air mata. "Aku takut om, aku dikejar-kejar depkolektor, hiks!" Jesika menangis kembali memeluk Anggara seolah minta perlindungan. "Depkolektor??" Anggara membeo kebingungan. "Memangnya kamu punya hutang dimana?" perasaan, Anggara selalu memberikan apa yang Jesika mau, lalu untuk apalagi hutang-hutang itu. "Aku kena spam, om!" beber Jesika meminta simpati. "Ceroboh sekali!" Dalam kebungkaman, nyatanya tak disangka Anggara malah bergumam dalam hati. Hidupnya se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD