Ellina 1

1208 Words
⚠️21+⚠️ Pagi yang cerah, Seperti biasa kegiatan rutin ku di hari Senin - Jum'at adalah menyiapkan anak-anak ku sebelum berangkat sekolah juga menyiapkan keperluan suami ku sebelum berangkat kerja. Kami memiliki asisten rumah tangga sebanyak dua puluh orang dirumah ini. Ada lima orang tukang kebun, lima orang khusus asisten dalam rumah, empat orang security, tiga orang supir pribadi dan juga tiga orang babysitter. Walau memiliki babysitter, aku tidak mau mereka menggantikan posisi ku sebagai ibu untuk anak-anak ku di waktu pagi seperti ini dan saat bed time di malam hari. Sarapan pagi pun harus di buat dengan tangan ku sendiri, hanya saja untuk bahan bahan nya asisten dapur ku selalu membantu menyiapkan nya. Seperti sekarang ini, aku baru selesai membuat French toast yang terlihat sangat lezat dan menata nya di meja makan, Tak lupa aku juga menyiapkan s**u UHT yang segar dari dalam lemari pendingin karena anak anak dan suami ku menyukai s**u yang dingin, kata mereka s**u dingin membuat mereka dapat berkonsentrasi full. Selesai urusan sarapan di meja, aku menjemput anak anak dan juga suami ku untuk turun ke bawah menyarap bersama. "Emily, Silvy ayo turun sayang sarapan sudah siap." Ucap ku sambil mengetuk pintu kamar mereka. "Iya Ma, kami akan segera turun." Balas mereka kompak dari dalam kamar. Lalu aku berjalan menuju kamar ku, ku dapati suami ku baru keluar dari dalam kamar mandi. Dia langsung menuju pintu kamar dan segera mengunci pintu kamar kami. Percayalah, suami ku ini terlihat sangat sexy dan maskulin ribuan kali ketika air masih menetes dari rambut nya. Seketika aku menelan saliva ku, dengan detak jantung yang berdebar, setiap hari aku selalu jatuh cinta dengan suami ku padahal rumah tangga kami sudah berjalan sepuluh tahun lama nya. "Ehmm, sayang kenapa ngunci pintu?" Tanya ku polos. "Aku ingin energy pagi hari dari mu sayang, untuk bekal kerja seharian, supaya kuat dan bersemangat!" Ucap nya dengan mengedipkan mata genit. Tanpa basa basi aku mendekati nya dan langsung mengecup bibir nya. "Apa ini cukup cinta ku?" Goda ku. Tidak menjawab pertanyaan ku, dia langsung menyerang ku dengan ciuman yang romantis juga dalam. Yah, suami ku memang GREAT KISSER, aku tidak ingin tau bagaimana dulu dia hidup sebelum bertemu denganku sampai sampai dia menjadi pencumbu yang handal. Oh, aku basah, ya di bawah sana basah, suami ku melepas ciuman kami, dan kami tersengal bersama. Dia berusaha melucuti semua pakaian ku, tapi aku menahan gerakan nya. "Cinta ku, anak anak nunggu kita dibawah, kita harus sarapan bersama, ya.? " Aku mengecup tangan nya. "Gak bisa sayang, Lihat ini tongkat sakti ku sudah tegak dan keras, kecantikan mu yang menyebabkan semua ini, sekarang sayang harus tanggung jawab!" Dalih nya sambil menuntun tangan ku kearah tongkat nya. Sepontan aku kaget, dan dengan peka langsung ku pijat naik turun, dia melenguh nikmat, membuat ku ingin melakukan lebih. Ku duduk kan suami ku di ranjang kami, ku buka handuk yang masih melekat namun longgar karena sesak dengan tongkat yang menggeliat, lalu ku jilati setiap jengkal yang ada disana. Dia melenguh nikmat memanggil manggil nama ku dan juga menekan kepala ku maju mundur. "Oourghh.. Terus Ellina sayang, teruss.. Yesss.. I like it babe.. Yess.. Ellina.. Oourghh.. Damn!! You doing So Good! Aaahh.. " Racau nya. Cairan emas nya meluap di dalam mulut ku, langsung ku telan tanpa jijik, membuat sang empunya tampak puas. "Sekarang giliran ku!" Ucap nya sambil membalikkan keadaan, kini aku yang berada di ranjang, lalu dia mencium ku sangat lembut namun merangsang. Tangan nya meremas bukit kebanggaan ku yang berukuran 36D. "Eenghh.." Aku melenguh nikmat. Tangan suami tetap meremas bukit ku bergantian, tanpa melepaskan lidah nya yg sedang bermain dengan lidah ku, tangan satunya lagi merambat makin kebawah dan akhir nya mencapai lubang surga dunia. "Aarghh..eengh Aaron.. Engh.. Terus Cinta, enghh jangan berhenti Aaron, ayo semakin cepat! Aku sudah akan keluar cinta.. Engh, Aah.." Aku meracau karena rasa nikmat yang tiada tara sedang melanda ku dari bawah sana. Tangan suami mengocok lubang ku dengan sangat cepat dan nikmat, hingga akhir nya aku keluar. Tak berhenti di situ suami ku tersenyum nakal lalu lidah nya mulai menyusuri bukit kembar milik ku. Menjilati dengan lihai membuat badan ku meremang merasakan sensasi ini. Lidah nya semakin kebawah, tangan nya menyibak paha ku lebar. Wajah nya siap di depan milik ku yang berharga. Lidah nya kembali beraksi, m******t jilat dengan cepat, menyesap dengan rakus milik ku yang berharga. Lidah nya sukses menembus l**************n dan bergerak gerak di dalam sana,seketika aku berteriak. "Aaarghh.. Aaron! Aarghh Aaron!" Aku menjerit nikmat. Lidah nya pergi dari lubang ku. Kini tongkat sakti nya yang menghujam lubang surgawi dengan menghentak kan pinggul nya dalam. Kami b*********a dengan sangat panas, seolah waktu terhenti hanya milik kami berdua. Kami berdua sama sama berteriak nikmat larut dalam penyatuan di pagi hari yang indah ini. Kami tidak peduli seberapa keras suara lenguhan kami. Karena kami mendesain kamar kami dengan sistem kedap suara yang sangat tinggi. Tujuan nya memang agar kami bisa puas b******a walau hanya dirumah, tanpa perlu takut di dengar anak anak atau asisten asisten rumah tangga kami. *** Penyatuan kami selesai dengan saling mengecup. Kami membersihkan diri bersama sama di dalam kamar mandi dan saling menjaga agar tidak ada ronde dua di pagi hari yang sibuk yang sudah menjadi kesepakatan kami sebelum menikah. Aku memakaikan pakaian suami ku, tak lupa kupasangkan dasi nya juga, lalu kami turun kebawah bersama. "Mama Papa akhir nya turun juga." Ucap si Sulung Emily. "Maaf ya Ma, Pa, kami sarapan tanpa Mama Papa, karena kami kelaparan.. Hehe" Ucap si bungsu dengan imut. "Maaf juga Mama Papa ketinggalan sarapan bersama kalian, Mama nunggu Papa mandi tadi lama banget.. Mama kan antre kamar mandi" Ucap ku. "Papa sih cepet sayang, yang lama ini Mama mu.. Dandan aja bisa bikin Mama lupa waktu.." Suami ku berkata dengan senyum lebar menatap ku. "Hoh, pantesan lama.. Hahaha" Kata Emily. Aku pun hanya nyengir ketika mereka bertiga tertawa. " Ayo habisin dlu s**u nya Emily, Silvy supaya kuat menghadapi hari di sekolah." Aku tersenyum pada mereka berdua. "Cinta, nanti sarapan di mobil aja ya, ini minum s**u aja dulu sebelum berangkat.. Ohya, ini lunch bag nya jangan pada kelupaan ya.." Aku meberikan lunch bag masing masing untuk mereka bertiga. Tak lupa ku kecup kening anak anak ku, dan untuk suami ku tercinta ciuman sayang di bibir nya. Lalu mereka masuk mobil untuk berangkat. "I love you sayang ku." Bisik suami ku di telinga ku,kubalas dengan senyuman termanis ku. "Bye Mama, semangat ya Kerja nya, I Love you Mama." Si bungsu meberiku salam sayang dengan gaya tangan kiss bye. "Ma jangan lupa ya, janji Mama kemarin malam, sabtu besok kita beli buku season lanjutan Emily si Koki Ajaib ya.." Emily mengingatkan ku dari dalam mobil dengan kepala keluar jendela sambil mobil berjalan, aku mengangguk dan melambaikan tangan ke arah nya. "Hati hati sayang bahaya, taat sama guru di sekolah ya sayang.. Semangat! " Tangan ku tetap melambai meski mobil mulai menjauh. "Nyonya sudah siap? Saya antar sekarang ya Nyah.. Silakan Nyonya masuk ke dalam mobil." pak Tito membukakan pintu mobil untuk ku. Perjalanan sudah separuh jalan, aku teringat janji ku dengan Emily, langsung ku buka iPad ku untuk melihat berapa season yang terbit untuk judul buku itu. Wah, ada dua season yang akhir nya terbit. "Emily pasti senang." Gumam ku.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD