
Sinar matahari menembus jendela kamar ku, membuat ku sadar dari tidur nyenyak yang terasa amat panjang namun nyaman dan enggan untuk membuka mata. Tangan ku mencari cari sosok yang selalu kupeluk dipagi hari sebelum membuka mata ku, namun sosok itu tak ada. Seketika kubuka mata ku dengan niat mencari sosok itu,dan.. Aku tak tau ada dimana. Sepertinya aku masih bermimpi, karena aku tak mengenali sekeliling ku, mencoba berbaring kembali namun urung ku lakukan ketika mendengar ketukan pintu yang keras dan juga sayup ku dengar ada yang memanggil nama anak sulung ku.
"Emilly, buka pintunya.. Tolong.."
Hah? Emilly? Rupanya mimpi ini terasa nyata.
"Baiklah akan aku ladeni, anggap saja aku sedang latihan drama dengan anak ku."
Aku turun dari ranjang lalu menghampiri pintu yang berisik sedari tadi.
"Ada apa?" Tanya ku.
"Nyonya Victor terpeleset di taman rumahnya sudah tiga hari yang lalu, namun hingga kini belum juga beliau bisa kembali berjalan, bisa kah kau membantu Nyonya ku? Beliau bilang akan memberi imbalan sepadan bagi siapa yang bisa menyembuhkan kaki nya yang sakit." Ucap orang asing itu dengan wajah memelas.
Hmm.. Tampaknya kaki Nyonya itu keseleo, itu sih gampang, aku akan coba kesana.
"Baiklah, Aku akan kesana. Kau tunggu disini kita kesana bersama. Aku akan bersiap terlebih dahulu." Kulihat senyum nya mengembang penuh harapan.
"Terimakasih Emilly, kau memang baik." Ucap orang asing tersebut.
Segera ku mencari dimana air dalam ruangan ini, kulihat ada semacam kendi tertutup, "barangkali itu tempayan air." Pikir ku.
Ku buka, dan benar itu wadah air, aku mencari dimana gayung, namun yang ku temukan hanya batok kelapa.
Stelah mencuci wajah, aku mencari pakaian di lemari.
"Ya Tuhan.. Ini pakaian abad apa? Setidak nya pakaian ini lebih baik daripada milik orang tadi. " Segera ku pakai dengan cepat tanpa memperhatikan bagaimana bentuk badan ini, lalu menuju cermin yang tadi sekilas ku lihat saat akan hendak membuka pintu rumah.
"What?! Wajah siapa ini? Berjerawat dan tembam namun lumayan manis, bahkan mimpi ini membuat wajah ku tampak jelek, Hahaha.. Luar biasa.." Aku terkekeh dengan penampakan wajah ku di cermin.
Mendengar tawa renyah ku, orang asing tadi berteriak dari luar.
"Emilly apa kau tak apa?“ Tanya nya khawatir.
" Ya, aku tak apa, hanya merasa lucu."
Lalu aku mencoba bercermin dari jauh ingin melihat penampilan dari jauh.
"Hah? Gendut banget penampilan ku di badan ini, astaga.. Kalau mimpi ini masih panjang, Aku akan diet dan melakukan treatment agar menjadi cantik!"
Saat Aku berputar, tak sengaja aku menjatuhkan sebuah buku.. Saat ku buka langsung ke halaman yang ada tulisan :
"Aku lelah menjadi tukang masak, sepanjang hidup ku aku hanya memasak dan meramu. Itupun untuk orang lain. Sampai sampai badan ku bertambah gemuk kian hari. Jikalau Dewa memang benar adanya, aku ingin sekali merasakan menjadi cantik dan hidup mapan bukannya melulu di dapur seperti sekarang ini." #Emilly Matahari 1 Bulan 2#
"Matahari 1 Bulan 2? Hmm, apa ini tanggal? Jangan jangan ini buku Harian." Aku mencoba berpikir.
"Oh Dewa tolong aku, semoga ramuan kali ini berhasil mengubah ku menjadi orang berkecukupan dan hidup makmur selamanya." #Emilly Matahari 13 Bulan 2#
Tunggu sebentar.. Tukang masak? Emilly? Seperti familiar.
Bukankah ini Emilly tokoh dalam buku anak ku yang k*****a semalam bersama Emily dan Silvy sebagai penghantar tidur mereka? Wah mimpiku benar benar terasa nyata. Ku cubit pipi ku dan "Auww!“ Aku mengaduh kesakitan.
Jadi ini bukan mimpi? Tunggu.. Lalu ini apa? Siapa yang bisa menjelaskan pada ku? Apa aku masuk kedalam dunia buku? Seperti dalam kisah kisah dongeng yang sering aku baca saat kecil?
Jikalau ini bukan mimpi, dan berdasarkan cerita buku, maka orang asing tadi adalah Grace. Iya Grace, pelayan Nyonya Victor. Tidak salah lagi. Baiklah Ellina bersikap lah tenang jangan panik, karena kamu sudah tau cerita nya maka ini akan berjalan lancar.
Tunggu dulu, dalam buku Emilly menolak karena dia takut salah. Ketika aku membaca buku itu aku mencibir tokoh Emilly karena tidak tau hal semudah itu. Kenapa aku malah menerima, apa yang akan terjadi jika aku mengubah alur cerita di buku? Apa yang akan terjadi pada ku kalau aku salah? Apa aku akan terbangun dari kegilaan ini,atau justru aku selamanya terjebak di dunia buku ini?

