Bab 32 Flashlight Perjalanan udara dari Bali ke Jakarta terasa memuakkan bagi Giva. Ia bahkan sudah menghabiskan 6 kantong muntah hanya untuk memuaskan dirinya dari perasaan mualnya. Mungkin efek dari kehamilannya hingga ia begitu merasa pusing dan mabuk di pesawat. Kepalanya pun kini terkulai lemas di bahu Gerry yang berada di sampingnya. “Sabar ya, Gi! Bentar lagi kita sampai kok,” ujar Gerry pelan sambil mengusap pipi Giva. Ia berusaha agar membuat Giva nyaman. Giva sendiri yang sudah merasa tidak tahan berada di pesawat kini mencoba tertidur di bahu Gerry. Ia memang masih bisa merasakan tangan Gerry di pipinya, mengelusnya dengan lembut, membuatnya terbuai. Tangan Gerry perlahan turun dari pipi Giva. Ia kini menggenggam tangan Giva yang dingin, mencoba menyalurka

