Bab 25 Oleh-oleh

1816 Words

Bab 25 Oleh-oleh   “Ger, kamu kenapa sih?” Yuna mencoba bertanya lagi untuk kedua kalinya. Mereka kini duduk di sebuah kursi berlapiskan kain berwarna putih, di antara mereka terdapat meja bundar yang terisi beberapa hidangan.      “Aku baik-baik saja, Yun. Kamu enggak perlu merasa khawatir,” jawaban Gerry masih sama. Ia tersenyum tipis lalu meminum wine yang berada dalam gelas yang ia pegang. Sudah lama sekali ia tidak minum, dan saat ini dia benar-benar merasa lebih baik. “Oh ya, kapan kita balik?”      Yuna menatap jam tangan pestanya yang mungil dan berkilau kemudian mengernyit. “Masih jam 11 juga, Ger. Santai saja lagi.”      Gerry tidak bisa santai jika perasaannya sudah memburuk, tapi percuma rasanya jika ia memaksa pulang. Yuna atasannya. Bagaimana mungkin ia bisa berlaku tid

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD