Bab 22 Drama

1407 Words

Bab 22 Drama   Pohon kelapa nampak nyiur ke bibir pantai. Meskipun angin pantai begitu keras tapi Giva dan Gerry tidak merasa kedinginan sama sekali. Apalagi Giva, ia merasa hangat karena Gerry memeluknya dengan erat. Hamparan air berombak pun malah membuat Giva tersenyum bahagia, rasanya senang karena bisa dekat dengan pantai. Apalagi dengan orang yang spesial.      “Kita ke pantai yuk, Ger? Masa dari setengah jam yang lalu kita sampai di sini malah duduk-duduk aja kayak gini.”      “Ya udah yuk!” Giva tersenyum senang. Mereka pun berjalan dengan tenang ke arah bibir pantai. Saat kakinya terkena air laut, Giva lagi-lagi tertawa senang. Membuat Gerry ikutan tertawa.      “Ger, kamu jongkok dong!”      “Apa? Kamu mau aku jongkok? Mau ngapain, Gi?”      “Udah nurut aja,” ujar Giva sa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD