Bab 36 Sikap Manja Giva Satu pelukan ternyata cukup untuk meredam sebuah amarah. Meskipun begitu kesalahpahaman masih terus terjadi. Berkembang biak dalam jalan pemikiran mereka masing-masing. Giva masih dalam pendiriannya bahwa Gerry menganggap Yuna lebih dari sekedar atasannya di kantor. Dan tak dipungkiri sekarang ada sebuah hubungan semacam persahabatan atau lebih yang sedang mereka jalani di belakangnya, antara Gerry sadar atau tidak dengan tindakannya itu yang pasti Giva saat ini sudah kecewa. Setelah selesai melakukan sholat berjamaah di musholah belakang rumah, juga makan malam di ruang makan, kini mereka berdua sedang duduk bersama di ruang tengah. Duduk di atas sofa di depan televisi layar datar. Bunda ikut duduk di antara mereka bersama Fani, sedangkan Gerry dan Giva

