Bab 34 Telepon Yuna Tidak ada hal yang lebih menyenangkan bagi Giva saat ini selain menatap Gerry yang berada di sampingnya. Bahkan tanpa malu-malu atau diam-diam lagi, ia menatap Gerry yang sedang melihat ke depan jalanan beraspal yang sedang mereka lalui. “Gi, jangan liatin aku melulu gitu dong!” Gerry terlalu gengsi untuk mengatakan bahwa sekarang dia sedang merasa malu yang berlebihan karena perlakukan Giva saat ini. Tidak biasa sekali. Biasanya Giva yang malu-malu, tapi mengapa sejak pulang dari rumah Tania malah dia yang malu-malu. “Kamu malu ya aku lihatin terus?” tanya Giva sambil terus menatap Gerry dengan suara menggoda. “Enggak,” kilah Gerry cepat. “Daripada kamu ngelihatin aku terus mending kamu cium aku! Biar aku seneng.” “Yee, maunya yang en

