Chapter 37

1669 Words

Ghifan masuk ke rumahnya, dia merasa seperti anak sekolahan yang akan dipukul oleh orangtuanya karena pulang malam. Dia melirik kiri-kanan. "Ngapain celingak-celinguk kayak maling?" "Astagfirullahaladzim!" Ghifan terkaget, dia mengusap d**a kirinya. Dia menoleh ke arah kanan, ada kembarannya yang melipat tangan di *d**a sambil melirik dengan ekor mata yang menyipit ke arahnya. "Kamu ngapain sih di pojok dinding gitu? bikin aku kaget." "Kenapa memangnya kalau aku di pojok dinding ini? masalah buat kamu?" balas Gaishan bertanya. "Gaishan, kamu udah nikah yah, kelakuan makin hari bukan makin baik tapi makin absurd." Ghifan mencibir saudara kembarnya. "Oh gitu? yaudah … Mama! Ghifan bilang kalau Ghifan nyesel saudaraan sama Gaishan, itu berarti Ghifan nyesel jadi anak Mama!" "Gaishan!"

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD