Sheena masih berdiri terpaku di tengah ruangan, tubuhnya sedikit gemetar menyaksikan kemarahan Leonard. Saat pria itu turun dari kursi bar dan berjalan sempoyongan ke arahnya, Sheena secara refleks menahan napas. Leonard sengaja menabrak bahunya saat melewati, membuat Sheena meringis menahan sakit yang tajam. Begitu Leonard meninggalkan ruangan, Sheena menarik napas dalam. Matanya tertuju pada botol whiskey yang masih tersisa separuh. Dengan langkah goyah, dia mendekati meja bar, mengambil gelas bersih, dan mulai menuang minuman keras yang tak pernah dia cicipi seumur hidupnya. "Menikmati minumannya, Nona?" Sheena tersedak mendadak, minuman di mulutnya nyaris menyembur. Dia terbatuk-batuk hebat, wajahnya memerah karena tersedak dan rasa alkohol yang membakar tenggorokannya. "Sial!" Hen

