Ponsel di samping laptop itu sama sekali tidak menyala, padahal si pemilik benda menunggu benda itu bersuara. Verza bertopang dagu, menghela napas menunggu pesan singkatnya yang belum juga dibalas. “Ck! Ke mana sih nih orang,” gerutunya tidak sabaran. Dia mengambil ponsel hitamnya, mulai membuka chat terakhir sebelum pesannya didiamkan. Rensha: Aku baru sampai kantor. Hati-hati di jalan :* Verza: Aku juga baru sampai. Nanti sore balik jam berapa? Rensha: Kayak biasa. Verza: Gimana kalau kita dinner? Setelah pesan itu tidak ada balasan, membuat Verza rasanya ingin menghampiri wanita itu. Verza meletakkan kembali ponselnya, merasa bukan dirinya sama sekali. Dulu dia tidak pernah menunggu pesan singkat dari Tirta. Dulu, dia tidak pernah buang-buang waktu hanya untuk menatap ponsel. Cin

