Bab 12 Pernikahan

2007 Words

Sabrina menatap lelaki jangkung yang tengah sibuk melayani pengunjung kafe. Dia berdiri di ambang pintu. Bibirnya melengkung sempurna saat mendengar gadis pengunjung kafe menggoda Sagara. Dia bahkan tanpa malu menanyakan nomor ponsel lelaki itu . Sagara hanya tersenyum menanggapinya. “Selamat sore. Apa masih ada kursi kosong,” sapa Sabrina di belakang Sagara. Lelaki itu langsung menoleh. Dia tertawa kecil. “Hai. Tentu saja,” jawab Sagara semringah. “Maaf, saya permisi sebentar. Nanti saya panggilkan pelayan yang lain,” pamit Sagara pada gadis itu dan ditanggapi dengan bibir yang manyun. Sagara mengajak Sabrina untuk duduk di salah satu meja yang masih kosong. “Maaf, aku ganggu waktu kerja kamu. Kalau kamu lagi sibuk aku pulang aja,” ucap Sabrina. Sagara menggeleng. “Nggak, kok,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD