VIJFENDERTIG

1372 Words

Rasa bahagia yang membuncah membuat Sagara sedikit lengah. Dia terlampau senang dengan makan malam keluarga ini. Dengan Luna yang duduk di depannya, dan keramahan Dirga yang memberi perlakuan sama dengan Elio. Bagi Sagara, malam ini terasa spesial dan lebih membahagiakan dari hari biasa. Namun, karena itu juga, kini perutnya terasa mual dan kepalanya sangat pusing. "Hueeekk ...." Ia berusaha memuntahkan makanan yang sudah ia telan. Akan tetapi, hal itu malah membuat tubuhnya semakin tak berdaya. Sekali lagi bocah itu mencoba untuk memuntahkan makanan mengandung udang itu. Dan di percobaan kedua ini akhirnya berhasil. Sagara lega semua yang ia makan telah keluar, tetapi tubuhnya tetap lemas luar biasa. Ia sampai harus berpegang pada tembok di dekatnya untuk bisa berjalan. Meski kepala

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD