DUA GARIS

1566 Words

Cahaya matahari yang sudah berada di ufuk timur, semakin meninggi dengan sinarnya yang tanpa ragu menembus rumah-rumah penduduk kota. Tidak terkecuali kamar seorang gadis yang masih dengan mata terpejam. Sela-sela jendelanya mulai diterobos sinar sang surya, matanya yang perlahan terjada dari tidurnya masih enggan untuk membuka mata. Ia masih setia terpejam menunggu suara sang Mamah masuk ke gendang telinganya. Zeta memaksa dirinya untuk terbangun dari tidurnya begitu badannya mulai terasa remuk sana sini. Ia tiba-tiba berlari menuju kamar mandi dan mengeluarkan semuanya yang membuat perutnya terasa diaduk-aduk. Beruntung mamahnya sedang keluar rumah, Zeta memijat tengkuknya sendiri begitu ia muntah-muntah, terasa ada yang membebani dahunya. Zeta segera membersihkan kamar mandinya agar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD