Hujan deras lagi-lagi mengguyur kota di jam ketika para manusia berhamburan untuk pulang ke rumah masing-masing tak terkecuali Genta yang sejak tadi terdiam di dalam ruangan menatap Zeta yang sudah berjalan menghampiri sahabatnya yang sudah menjemputnya. Ucapan perempuan itu tentang keadaan dirinya, membuat Genta tampak gusar beberapa hari ini. Meski Zeta tidak mengucapkan secara langsung bahwa perempuan itu meminta pertanggung jawabannya namun Genta sudah dibuat bak seorang lelaki yang hampir gila. Fikirannya benar-benar kalang kabut, sebab semuanya serba mendadak tanpa sebuah rencana. Jika pun benar Zeta meminta Genta untuk mempertanggung jawab atas kehamilannya, Genta tidak bisa menjawabanya. Lelaki itu benar-benar belum siap. Yang dirasakan Genta sama seperti Zeta yang pertama ka

