Meira sedang berbelanja di salah satu toko fashion langganannya. Ia terlihat sedang memilih tas dan sepatu di sana bersama pelayannya, Sri. "Sri, kau suka yang mana?" tanya Meira pada Sri yang masih mengekor di belakangnya. "Saya suka yang ini, Nyonya," ujar Sri menunjuk sepatu yang berharga paling mahal. "Sri, saya membelikanmu hadiah ulang tahun, bukan menghabiskan seluruh tabungan saya!" ucap Meira kesal. "Harga sepatu ini saja lima kali lipat dari harga sepatu saya." "Hehehe, maaf, Nyonya, saya kira bebas memilih. Soalnya ini sangat bagus." Sri menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. "Tentu saja bagus, harganya saja setara gajimu sepuluh tahun." Meira mencari sepatu lagi dan menjatuhkan pilihan untuk Sri pada sepatu yang harganya paling murah, namun tetap mahal jika diband

