"Aku... aku tidak mau... sendirian..." Suara lirih seorang anak kecil yang keluar dari tubuh arsitek kehampaan yang bergetar hebat itu membuat semua orang tertegun. Bola energi gelap raksasa yang tadinya mengancam kini terserap sepenuhnya oleh gelombang energi kosmik gabungan Senja, Bayu, dan sisa kekuatan Lyra. Arsitek kehampaan merosot di angkasa, sosok raksasanya menyusut dengan cepat, kembali menjadi sosok kecil yang memegang inti mata merah yang kini meredup. Aura dingin dan kejam yang tadinya mengelilinginya perlahan menghilang, digantikan oleh aura kesedihan dan ketakutan yang familiar. Senja merasakan empati kosmiknya berdenyut kuat. Ia kembali merasakan ketakutan dan kesepian yang mendalam dari entitas itu, namun kali ini terasa lebih murni, lebih polos. Arsitek kehampaan... ter

