Cahaya putih dari pecahan liontin di d**a Senja memancar kuat, membuka sebuah retakan di udara—sebuah celah realitas yang tampak hidup, berdenyut seperti jantung yang mengidap demam. Dari balik celah itu, menganga dunia asing yang tak pernah mereka bayangkan, tempat puluhan mata mengintip, tajam dan penuh rasa lapar. SHIMMER… SHIMMER… Retakan itu menyala terang, memuntahkan cahaya putih yang menyilaukan dan memancarkan hawa asing, dingin, dan aneh. Mata-mata itu—emas menyala, biru membeku, hijau tajam seperti zamrud—memandang mereka lekat-lekat, seolah menilai, seolah mengukur seberapa cepat mereka bisa dikoyak dan dikunyah. Di sekeliling mereka, suara gemerisik merayap naik. SCRITCH… SCRATCH… seperti ribuan kaki kecil menggesek-gesek tanah, atau gigi yang mengikis pelan-pelan tulang me

