Pemilik

1116 Words

"Kau tak akan ke mana pun. Kau milikku." Suara itu bergemuruh, seperti gempa yang mengguncang tulang sumsum. Dimensi terbelah, dan dari celah hitam pekat itu melesat sosok bayangan, WHOOSH!—begitu cepat, lebih cepat dari sekedip mata. Mata merahnya menyala tajam, penuh amarah yang beku dan rasa memiliki yang tak kenal ampun. Makhluk bermata seribu mengeluarkan bunyi CHITTER… CHITTER…, nadanya tajam, menyiratkan kemarahan. Bola-bola matanya berkedip tak sabar, seperti tengah menahan naluri liar yang siap meledak. Tak jauh dari situ, makhluk primordial yang menjulang menggeram rendah, GROWL!, merespons kehadiran entitas yang bahkan lebih mengerikan darinya. Arya maju dengan sigap, berdiri di depan Senja. Pedang emasnya bersinar seperti matahari terakhir sebelum kiamat, menyongsong bayang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD