Teriakan sumbang para alien yang tengah karaoke—"WIIIIIIIIII! GRUUUUUUUU!"—mendadak terhenti, membeku di udara. Semua mata tertuju ke panggung saat dua sosok mendarat dengan keras—THUMP!—menggetarkan lantai dan membuat mikrofon di tangan Bayu bergetar. Mereka adalah Utusan Kegelapan dan... kembaran Senja? Mata mereka menyala oleh amarah, menatap tajam seolah ingin menembus d**a Bayu yang masih terpaku memegang mikrofon. Wajah Bayu membeku—terkejut, seperti baru saja tertangkap basah mencuri waktu. Ada secercah rasa bersalah yang melintas di matanya, terlalu cepat untuk disembunyikan, tapi cukup jelas untuk terlihat oleh siapa pun yang memperhatikan."Kalian pikir bisa bersembunyi di tengah kebisingan menjijikkan ini?" geram Utusan Kegelapan, suaranya mengalahkan dengungan aneh musik alien

