Malam semakin larut, Lynelle masih belum pulang jalan bersama pacarnya. Brave yang sudah sampai ke apartemen dan melihat apartemen lampunya masih padam bertanya-tanya dalam benaknya.
“Kemana itu anak sudah malam masih belum pulang juga,” Batin Brave masuk ke kamarnya. Tiba-tiba ponsel Brave berbunyi, saat melihat siapa yang memanggilnya. Brave segera mengangkat teleponnya.
“Dimana kamu sekarang, jam segini masih belum pulang,” ujar Brave
“Brave cepat kesini, tolong aku! Sialan kekasihku memberiku obat perangsang di minuman yang aku minum. Aku di club langganan kita. Aku sekarang bersembunyi di ruangan si Joni,” ucap Lynelle dengan bergetar. Brave langsung berlari keluar menuju lift apartemen, yang akan membawa Brave menuju ke parkiran. Saat sudah sampai parkiran, lift pun terbuka. Dan Brave langsung berlari menuju mobilnya. Setelah membuka kunci mobil, Brave duduk di bangku kemudi dan segera menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Pikiran Brave tidak tenang sebelum melihat Lynelle baik-baik saja.
“Cowok b******k kayak si Jack masih kamu pelihara saja Lyn, sekarang seperti ini kan jadinya,” Gumam Brave dengan marah sama kelakuan kekasih Lynelle yang b******k. Brave menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi menembus jalanan kota San Fransisco. Jarak antara apartemen dan club malam The End Up tidak terlalu jauh, sekitar 20 menit jika ditempuh dengan kecepatan mobil standar. Dan Sekitar 10 menit, Brave sampai di club The End Up. Brave memarkirkan mobilnya sembarangan di depan club. Setelah mematikan mesin mobil, Brave langsung berlari menuju ruangan Joni. Salah satu bartender teman Brave dan Lynelle. Brave membuka pintu ruangan Joni dengan satu hentakan tangan. Saat membuka pintu, Brave melihat Lynelle meringkuk memegangi kedua kakinya di kursi sofa yang ada di ruangan Joni. Brave menghampiri Lynelle dan langsung merengkuhnya dalam pelukannya.
“Kenapa kamu bisa sampai disini? Dasar Bodoh,” Gumam Brave. Brave merengkuh Lynelle dan membawanya pergi dari club.
Saat sudah memasuki mobil, Brave melihat Lynelle yang sudah terlihat gelisah karena obat perangsang yang sudah ia minum.
“Brave, cepat aku sudah tidak tahan lagi,” ucap Lynelle menahan hasrat yang ditimbulkan obat perangsang yang diberikan oleh kekasihnya.
“Iya Lyn, bentar lagi kita sampai di apartemen. Tahan sebentar,” ujar Brave menenangkan Lynelle. Benar kata Brave mobil sudah masuk ke parkiran apartemen. Setelah mobil berhenti Lynelle langsung berlari dengan kencang menuju ke Apartemennya. Brave setelah mengunci mobilnya langsung ikut berlari mengejar Lynelle yang duluan masuk ke Apartemen.
Saat sudah sampai ke dalam apartemen, Lynelle langsung masuk ke kamarnya dan melepas pakaian yang sedang ia pakai. Tubuhnya terasa panas dan bergetar, meskipun sekarang ia sudah tidak memakai pakaian sama sekali, tubuhnya masih terasa panas. Kedua buah dadanya tiba-tiba mengeras, Lynelle merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur, matanya nanar tertutup hasrat.
Brave memasuki apartemennya, setelah mengunci pintu apartemennya, Brave langsung menuju kamar milik Lynelle. Junior Brave langsung menegang saat melihat Lynelle sudah bertelanjang badan. Brave menghampiri Lynelle. Saat Lynelle melihat Brave, Lynelle langsung menarik tangan Brave dan menjatuhkan Brave diatas tempat tidur. Lynelle naik ke atas tubuh Brave, dan mulai membuka baju Brave dengan brutal. Brave tidak ada penolakan sama sekali. Buat Brave b******a dengan Lynelle adalah surga dunianya.
“Brave...” Suara Lynelle bergetar memanggil nama Brave. Brave tahu kalau Lynelle sekarang dalam pengaruh obat perangsang. Brave melepas semua pakaiannya. Dan mulai memainkan lidahnya. Lynelle tetap duduk diatas perut Brave dan mulai mengarahkan gundukan kenyal miliknya mendekat ke arah Brave. Brave langsung meremas kedua gundukan kenyal milik Lynelle yang sangat menggoda. Brave mendekatkan mulutnya ke puncak b*******a Lynelle. Dan ia mulai menghisap dan memainkannya dengan lidahnya, sambil tetap meremas kedua b*******a Lynelle. Brave tak ayal seperti seorang anak bayi yang sedang menyusu pada ibunya. Desahan demi desahan keluar dari mulut Lynelle.
“Ahhh....Brave,” ucap Lynelle di sela-sela desahannya. Brave semakin menggila melihat tubuh Lynelle yang menantang ingin dipuaskan. Lynelle melumat bibir Brave dengan brutal. Menggigit bibir atas dan bawah milik Brave. Lumatan panjang yang saling membalas. Setelah puas b******u Brave mulai merebahkan tubuh Lynelle, dan mulai menyusuri tubuh indah Lynelle dengan menggunakan lidahnya. Tubuh yang menjadi candu buat Brave. Tubuh Lynelle bergetar saat Brave mulai memainkan lidahnya di inti Lynelle. Pusat gairah kesukaan Brave. Brave menghisap daging kecil milik Lynelle, sampai Lynelle meracau dan mendesah karena permainan lidah Brave.
“Nikmat Brave, keluarkan punyaku, buat aku melayang Brave,” rancau Lynelle merasakan kenikmatan karena permainan lidah Brave. Brave semakin menggila saat Lynelle semakin melebarkan kakinya. Memberi akses untuk Brave untuk memanjakan inti milik Lynelle.
“Ahhhh...Brave, aku keluar.” Lynelle mengeluarkan pelepasan pertamanya. Brave langsung menghisap cairan yang keluar dari v****a milik Lynelle. Brave menghisapnya sampai habis tak tersisa.
“Punyamu tetap saja nikmat Lyn,” ucap Brave sambil mengarahkan juniornya menuju v****a Lynelle. Dengan sekali hentakan junior Brave sempurna menancap di lubang kenikmatan milik Lynelle.
“Ahhhh...Lyn, punyamu mencengkram milikku, nikmat sekali Lyn,” rancau Brave sambil memaju mundurkan tubuhnya. Brave menaikkan tempo bercintanya dengan ritme cepat yang membuat Lynelle semakin menggila.
“Faster Brave, juniormu memanjakan punyaku Brave. Oh my God, Nikmat sekali Brave,” rancau Lynelle. Brave semakin mempercepat permainannya. Hentakan demi hentakan junior Brave, membuat Lynelle melayang merasakan kenikmatan yang tiada tara.
“Brave aku mau sampai,” ujar Lynelle di sela-sela permainannya.
“Kita sama-sama Lyn keluarnya,” ujar Brave. v****a Lynelle berkedut menandakan kalau dia akan keluar. Brave pun juga sama mau keluar, puncak junior Brave sudah terasa penuh. Brave semakin memperdalam penyatuannya.
“Aku sampai Brave, aku menyayangimu Brave.”
“Aku juga sampai Lyn, aku juga sangat menyayangimu.”
“Ahhhhh...”
“Ahhhhh...”
Tubuh Brave ambruk diatas tubuh Lynelle setelah cairan b******a milik Brave menyembur ke rahim Lynelle. Pelepasan hebat yang sudah Brave lakukan. Lynelle pun juga begitu. Setelah b******a dengan Brave, Lynelle langsung tertidur di dalam pelukan Brave. Malam panjang yang sudah Brave dan Lynelle lakukan.
Brave mencium puncak kepala Lynelle penuh rasa sayang. Dan ia pun ikut tertidur sambil memeluk Lynelle. Wanita yang membuat Brave gila karena pesonanya.
****
“Brave cepat bangun.” Lynelle mengguncang-guncangkan tubuh Brave yang masih tertidur di sebelahnya. Brave membuka matanya dan menyunggingkan senyum pada Lynelle.
“Pagi...” Ucap Brave. Brave duduk dan menyandarkan kepalanya di sandaran tempat tidur. Brave memperhatikan Lynelle yang sedang bermain dengan ponselnya.
“Lyn, ada kuliah hari ini?” tanya Brave.
“Ada Brave, nanti sekitar jam 09.00 mata kuliahnya Pak Gerald.” jawab Lynelle.
“Nanti berangkat kuliah bareng sama aku saja,” ujar Brave penuh penekanan.
“Iya Brave...Maaf kemarin aku sudah nyusahin kamu.”
“Sudah kewajibanku untuk menjagamu Lyn, jangan bicara seperti itu lagi,” ucap Brave. Lynelle menganggukkan kepalanya.
Lynelle begitu bahagia memiliki Brave dalam hidupnya. Sahabat yang selalu ada untuk Lynelle. Meskipun persahabatannya tergolong persahabatan yang tidak umum. Tapi Lynelle dan Brave saling menikmati dan membutuhkan satu sama lain.
Ungkapan sayang selalu terucap dari bibir mereka berdua. Brave dan Lynelle tidak pernah menampik rasa sayang di hati mereka berdua. Rasa sayang yang mengalir dengan sendirinya. Brave dan Lynelle Cuma berharap persahabatan mereka selalu abadi. Meski sampai mereka menua bersama.
****