University of Oxford, Inggris
Udara pagi yang sejuk dengan hamparan pepohonan hijau berjajar di pinggiran jalan, membuat kota Inggris semakin terlihat indah. Seperti sekarang Brave dan Lynelle menikmati perjalanan mereka menuju kampus Oxford tempat mereka berdua menuntut ilmu. Meskipun terlahir dari keluarga kaya, mereka berdua diterima kuliah di Universitas terbaik di dunia dengan hasil kerja keras mereka sendiri. Brave dan Lynelle harus rela melakukan seleksi ketat masuk Universitas. Dengan jumlah pesaing terbanyak dari berbagai Negara. Karena diberkati otak yang encer, Brave dan Lynelle bisa melewati proses seleksi dan sampai akhirnya diterima di Oxford University dengan hasil yang sangat memuaskan. Kedua keluarga sangat bangga dengan keberhasilan Brave dan Lynelle. Sudah 2 tahun Brave dan Lynelle mengenyam pendidikan di Inggris. Kota pelajar yang sangat dikagumi di belahan dunia.
Universitas Oxford merupakan salah satu universitas paling bergengsi baik di Inggris maupun di dunia. Sebagai salah satu universitas tertua, University of Oxford telah membuktikan kualitas melalui sejarah yang panjang dalam pendidikan dengan banyak alumni yang terkenal kiprahnya di berbagai bidang. Salah satu lulusan University of Oxford yang mendunia adalah fisikawan Stephen Hawking.
Hal menarik dari pendidikan di University of Oxford adalah adanya program gelar di tingkat sarjana yang merupakan gabungan dua buah bidang seperti Filsafat, Ekonomi dan Politik. Terdapat setidaknya 100 perpustakaan di University of Oxford yang beberapa di antaranya sudah ada sejak abad ke-17. Selain itu, universitas ini juga memiliki banyak museum, salah satunya adalah Museum of the History of Science dimana papan tulis yang pernah digunakan Albert Einstein berada.
“Gak terasa Lyn, kita sebentar lagi mau lulus. Tau gini aku ngambil kuliahnya seperti anak-anak pada umumnya. Gak ikut akselerasi seperti sekarang,” ucap Brave tersenyum kecut. Lynelle memukul lengan Brave.
“Kau ini apa-apaan, seharusnya kita bersyukur Brave bisa lulus dengan cepat. Kita bisa kerja dengan bidang kita masing-masing. Kamu jadi pengusaha, dan aku jadi seorang pengacara. Pasti orang tua kita bangga Brave pada kita,” ucap Lynelle dengan tersenyum manis pada Brave. Brave menatap Lynelle dengan tatapan yang tidak bisa diartikan sama sekali.
“Pasti aku akan merindukanmu Lyn, terlebih lagi nantinya aku pasti sibuk dengan perusahaanku yang mulai dirintis. Waktuku bersama denganmu pasti berkurang. Ditambah lagi nantinya kamu pasti disibukkan dengan pekerjaanmu sebagai seorang pengacara yang harus mengurusi para klien-klien ku,” Ucap Brave dengan menghela nafas kasar. Memikirkannya saja membuat kepala Brave pening. Lynelle yang mendengar perkataan Brave tidak bisa menahan tawanya. Bagaimana bisa Brave punya pemikiran seperti itu.
“Brave...Brave...seperti kita tinggal berjauhan saja. Kamu di kutub utara, dan aku di kutub selatan. Kita kan masih bisa bertemu kalau kamu ada waktu senggang Brave. Aku juga kalo ada waktu senggang bisa menemuimu. Sudah waktunya kita memikirkan masa depan kita Brave. Apa mau kita seperti ini terus menerus?” tanya Lynelle dengan menatap wajah Brave yang sedang fokus mengemudi. Brave menatap Lynelle sesaat dan kembali fokus lagi di jalan.
“Apa nanti kamu akan melupakanku Lyn, kalau seandainya kamu sudah mendapatkan laki-laki yang benar-benar tulus mencintaimu?” tanya Brave ingin tahu.
“Pemikiran yang sangat bodoh itu Brave, bagaimana mungkin aku akan melupakan sahabat terbaik yang pernah aku miliki. Cuma gara-gara aku memiliki seorang laki-laki yang mencintaiku,” Ucap Lynelle sedikit kesal. Lynelle tidak habis pikir akan pemikiran Brave. Bagaimana mungkin sampai sahabatnya mempunyai pemikiran konyol kalau dia akan melupakannya Cuma gara-gara laki-laki yang mencintainya.
Suasana di dalam mobil tiba-tiba terasa hening. Tidak ada yang saling memulai untuk berbicara. Mereka berdua sibuk akan pemikiran masing-masing. Tak terasa mobil sudah memasuki area kampus dan terparkir cantik. Brave mematikan mesin mobil dan keluar dari mobil tanpa berbicara apapun. Lynelle yang melihat Brave mendiamkannya Cuma bisa menghela nafas pasrah. Tanpa harus menjelaskan, Brave seharusnya tahu kalau Brave sangat berarti untuk Lynelle. Bukan malahan mendiamkan Lynelle seperti anak kecil.
“Brave apa aku harus menjelaskan seberapa pentingnya dirimu untukku,” ucap Lynelle dalam hati. Lynelle melanjutkan perjalanannya menuju ke ruang kuliahnya. Untuk sesaat Lynelle ingin melupakan perdebatan kecilnya dengan Brave tadi.
“Hai... Lynelle,” sapa salah satu teman kuliah Lynelle yang bernama patricia.
“Hai...Patricia, udah dari tadi datangnya?” tanya Lynelle.
“Baru datang juga Lyn. Kamu sudah ngerjain tugas Pak Joseph tentang hukum perjanjian internasional?” tanya Patricia penasaran. Karena ia tahu kalau Lynelle adalah salah satu mahasiswa terbaik yang dimiliki oleh kampusnya.
“Sudah,” ucap Lynelle singkat dengan tetap memperlihatkan senyum di wajah cantiknya. Patricia menatap kagum pada Lynelle. Meskipun terkenal mempunyai otak yang encer, Lynelle tidak pernah sombong. Dia tetap memperlihatkan pada semua orang kalau dia juga perlu belajar lagi. Setelah menjawab pertanyaan Patricia, Lynelle berjalan menuju ruang kuliahnya.
Entah kenapa Lynelle kepikiran sama Brave. Tidak seperti biasanya Brave ngediemin Lynelle. Lynelle melihat ponselnya berharap Brave mengirimkan pesan. Setelah melihat tidak ada pesan masuk dari Brave, Lynelle mengirim pesan pada Brave.
Lynelle : “Brave...”
Brave : “Hemmm...”
Lynelle: “Kok Hmmm Aja Brave?”
Brave : “Terus harus apa,”
Lynelle : “Masih ngambek?”
Brave : “Siapa yang ngambek.”
Lynelle : “Kamu”
Brave : “Gak”
Lynelle : “Bohong”
Brave : “Siapa yang bohong, aku gak bohong.”
Lynelle : “Kalo gak bohong kok diemin aku.”
Brave : “Siapa yang diemin kamu, aku biasa saja. Perasaan kamu saja itu.”
Lynelle : “Kita sahabatan mulai bayi Brave. Aku sudah hafal kalau kamu lagi kesel sama orang.
Brave : “Sok Tahu.”
Lynelle : “Aku nangis lho yah kalau kamu diemin aku terus.”
Brave : “Nangis saja. Aku gak peduli.”
Lynelle : “Jahat kamu Brave. Ok kalau kamu gak peduli sama aku. Jangan sampai kamu nyesel.”
Brave : “Gak bakalan aku nyesel.”
Setelah membaca chat terakhirnya bersama Brave. Lynelle jadi kesal sendiri. Lynelle melampiaskan kekesalannya pada buku yang ia bawa. Dengan kasar Lynelle membanting buku di atas meja, yang membuat para mahasiswa lain menoleh ke Lynelle dengan penuh tanya. Karena tidak biasanya Lynelle marah dalam kelas.
“Brakkk...” Suara hempasan buku di atas meja.
“Kamu gak papa Lyn?” tanya Celomita, teman kuliah Lynelle yang tempat duduknya berada disebelah Lynelle.
“Lagi kesal saja mit,” ucap Lynelle singkat dengan ekspresi kesal yang terlihat di wajahnya. Celomita tidak berani bertanya lagi karena melihat ekspresi Lynelle yang terlihat menahan marah.
“Ya Tuhan ada singa betina yang lagi marah,” ucap Celomita dalam hati.
Lynelle memegangi kepalanya yang tiba-tiba terasa pusing karena memikirkan Brave yang lagi mode ngambek. Karena buat Lynelle lebih baik didiemin pacar dari pada harus didiemin Brave. tiba-tiba terdengar langkah kaki memasuki ruang perkuliahan. Saat semua mahasiswa terdiam tanpa berani mengeluarkan suara. Saat melihat siapa yang datang. Lynelle mulai mengangkat kepalanya dari meja dan mulai mengikuti perkuliahan Mr. Joseph sang dosen killer yang ditakuti seluruh mahasiswa jurusan hukum.
“Lynelle...” Panggil Mr. Joseph
“Yes...Sir” jawab Lynelle sambil berdiri dari tempat duduknya.
“Silahkan jelaskan tentang hukum internasional yang kamu ketahui. Dan jelaskan secara rinci!” Perintah Mr. Joseph pada Lynelle. Lynelle menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju ke depan.
Lynelle mulai menjelaskan tentang materi hukum internasional yang ia ketahui.
“Hukum internasional adalah keseluruhan kaidah dan asas hukum yang mengatur hubungan atau personal Hukum Internasional adalah keseluruhan kaidah dan asas hukum yang mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas negara (hubungan internasional) yang bukan bersifat perdata. Persamaannya adalah bahwa keduanya mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas negara(internasional). Perbedaannya adalah sifat hukum atau persoalan yang diaturnya (objeknya).
Hukum Internasional terdapat beberapa bentuk perwujudan atau pola perkembangan yang khusus berlaku di suatu bagian dunia (region) tertentu :
Hukum Internasional Regional Hukum Internasional yang berlaku/terbatas daerah lingkungan berlakunya, seperti Hukum Internasional Amerika/Amerika Latin, seperti konsep landasan kontinen (Continental Shelf) dan konsep perlindungan kekayaan hayati laut (Conservation of the living resources of the sea) yang mula-mula tumbuh di Benua Amerika sehingga menjadi hukum internasional umum.
1. Hukum Internasional Khusus
Hukum Internasional dalam bentuk kaidah yang khusus berlaku bagi negara-negara tertentu seperti Konvensi Eropa mengenai HAM sebagai cerminan keadaan, kebutuhan, taraf perkembangan dan tingkat integritas yang berbeda-beda dari bagian masyarakat yang berlainan. Berbeda dengan regional yang tumbuh melalui proses hukum kebiasaan.
Setelah menutup materi yang dijelaskan di depan para mahasiswa, Lynelle kembali ke kursinya dengan perasaan puas. Lynelle dengan lancar menjelaskan apa yang ia ketahui tentang Hukum Internasional. Semua tema-teman sekelasnya berdecak kagum akan otak encer yang dimiliki oleh Lynelle.
“Hebat kamu Lyn, bisa menjelaskan materi yang diberikan Mr. Joseph. Padahal semua mahasiswa kesulitan memahami materinya,” ucap Celomita penuh rasa kagum pada Lynelle. Lynelle yang mendengar perkataan Celomita Cuma bisa menyunggingkan senyum. Lynelle pun duduk kembali ke kursinya.
Dengan cara memfokuskan diri dalam pembelajaran. Lynelle sedikit lupa dengan perdebatan kecilnya dengan Brave.