BAB 24

1749 Words

“Waaa... ma. Alatnya sudah benar. Liat... liat,” teriak anak kecil itu yang tidak kalah senangnya melihat mesin itu sudah bergerak lagi. “Iya, sayang.” Mamanya juga terlihat senang, karena anaknya sudah tidak menangis seperti tadi. Aku cukup merasa senang dengan kebahagian yang terpancar di wajah gadis kecil ini. Hanya dengan sebuah mesin yang sederhana ini, bisa membuat dia kembali tersenyum. Walau pun, belum tentu ibunya itu bisa mengambilkan sebuah boneka yang dia inginkan itu. Namun, senyum bahagia sudah sangat jelas terpancar di wajahnya. “Kak, makacih ya,” kata anak kecil itu kepada diriku. “Iya. Sama sama.” Aku juga membalas senyum bahagia yang dia bagikan kepada diriku. “Yuk, Mbak. Saya siapkan dulu pesanan Mbak tadi. Semuanya tadi sudah berantakan,” kata pemilik toko itu samb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD