BAB 29

1785 Words

“Huff... untunglah kamu enggak ingat.” Aku sangat jelas mendengar perkataan perempuan ini. Dia sangat terlihat lega, saat aku mengatakan aku tidak ingat dengan perempuan yang bernama Mikly itu. “Kenapa kamu bersyukur, kalau aku enggak ingat sama orang itu?” tanyaku penasaran. “I... iya. Soalnya, Kak Mikly bisa marah sama aku. Dia bisa berpikiran bahwa aku yang sudah membocorkan tentang rahasia tadi,” jelasnya. “Lah, bukannya iya.”  “Bu... bukan begitu. Maksudnya, sebelum ini. Kak Mikly selalu menuduh, kalau aku sudah memberitahukan rahasia ini sama kamu. Padahal, ini pertama kalinya aku berbicara sama kamu,” bantah Reny. “Kok, kamu bisa berkesimpulan kalau aku sudah tahu siapa pemberi kado rahasia itu?” tanyaku. “Kado rahasia?” Reny malah terkejut mendengar hal itu. “Kakak kamu itu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD