BAB 27

1797 Words

Aku perhatikan ruang kamar yang akan menjadi tempat tinggalku selama dua tahun ini. Dalam waktu selama itu, aku harus berada di tengah- tengah bahaya yang akan selalu membuat diriku pingsan. Aku bagaikan seorang mangsa yang sengaja masuk ke dalam sarang musuhnya. Akan berapa lama, aku bisa menyembunyikan jati diriku ini. Sedangkan saat perjalanan ke tempat ini saja, aku sudah hampir ketahuan. “Apa mungkin, kamu bukan perempuan?” tanya perempuan yang mengantar diriku tadi. Meski, dia mengatakannya hanya untuk bahan becandaan. Namun tetap saja, jantungku ini rasanya ingin copot saat dia mengatakan hal itu. Apalagi, dia memperhatikan diriku dengan tatapan yang sangat serius. Seolah, dia memang mengetahui bahwa aku ini adalah seorang laki- laki. Dan yang lebih membuat aku terkejut adalah pe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD