BAB 26

1884 Words

“Masuk sini, Cahaya,” suruh seorang perempuan yang penuh wibawa. Meski tubuhnya sangat kecil dan cantik. Namun, aura disegani dan ditakuti oleh orang yang melihatnya sangatlah dapat dirasakan. Ini pertama kalinya aku masuk ke dalam kantor sebuah asrama perempuan yang akan aku tempati selama dua tahun ini. Perempuan inilah yang akan menjadi ibu asuhku selama di tempat ini. Aku yang baru bertemu dengannya, tentu saja tidak akan langsung tahu bagaimana sikap perempuan ini sebenarnya. “Selamat datang, Cahaya. Kamu di sini sebagai siswa pilihan. Jadi, manfaatkan semua kesempatan ini untuk mengembangkan terus prestasimu,” kata perempuan itu. “Baik, Bu,” jawabku. “Saya titip anak saya di sini ya, Bu Nelty. Semoga dia bisa lebih baik lagi di sini,” kata Ayah. “Bapak tenang saja. Saya akan m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD