Dia hanya Berakting

1355 Words

Permainan itu telah dimulai, dan suasana kasino yang semula riuh semakin dipenuhi oleh ketegangan yang tidak kasatmata. Sera duduk di kursi samping Roberto, pemimpin permainan poker malam itu. Meski awalnya ia mencoba menolak, Rose tidak memberi banyak pilihan, dan akhirnya ia terpaksa mengalah. “Oh, Nona manis. Sepertinya aku baru melihatmu di sini,” ucap Roberto sambil menyeringai, matanya menatap Sera dengan intensitas yang membuatnya tidak nyaman. Sera tersenyum ramah, menyembunyikan ketidaknyamanannya di balik senyum yang telah ia latih dengan baik. Hatinya berdegup lebih cepat, namun ia tak boleh memperlihatkan kelemahan. Di hadapan pria seperti Roberto, semua harus terlihat sempurna, seolah ia memang wanita penghibur yang terbiasa dengan suasana seperti ini. “Aku pelayan di k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD