Memperlakukanku dengan Baik

1591 Words

Dua jam berlalu dengan lambat. Asap rokok tebal memenuhi ruangan, alkohol mengalir tanpa henti, dan aroma pesta yang terlalu liar menyeruak di setiap sudut. Namun akhirnya, permainan poker itu selesai. Sera, yang selama ini duduk diam, mengamati setiap gerak-gerik Roberto, akhirnya bisa bernapas lega. Di dalam hatinya, ia bersyukur permainan itu telah berakhir, meskipun tubuhnya terasa berat oleh ketegangan yang ia rasakan sepanjang malam. Ia merasa jengah dengan atmosfer gelap yang mendominasi ruangan, dari tawa para pria yang licik hingga kilauan minuman keras yang tak berhenti dituang. “Kau selalu berhasil memenangkan permainan ini, Roberto. Aku kagum padamu,” ucap salah satu peserta permainan poker itu dengan penuh kekaguman yang terpaksa. Roberto menyeringai sombong, bibirnya me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD