Sera duduk di seberang meja, pandangannya terpaku pada cangkir kopi di depan Dante yang masih mengepulkan uap tipis. Jantungnya berdebar tak karuan, seakan setiap detik yang berlalu hanya mempertegas ketidakpastian yang menggerogoti hatinya. Dan akhirnya, Dante menyunggingkan senyum tipis yang entah mengapa lebih membuatnya gugup daripada tenang. Pria itu menyesap kopinya dengan santai, lalu menatap Sera dengan tatapan dingin dan datar, seolah kata-kata yang akan keluar darinya tak akan meninggalkan celah untuk perasaan. "Jangan mencintaiku. Jangan mengatakan cinta padaku," ucap Dante dengan suara yang sedingin es, membuat ruangan yang sudah dingin semakin membeku. Sera merasakan dadanya mengencang. Kata-kata itu menohok tajam ke dalam hatinya, tapi ia menolak untuk mundur. Menelan l

