Meminta Kesempatan

1652 Words

Aku menunggu di depan ruang operasi dengan tangan saling meremas, kepalaku menunduk, rasa khawatir terus saja menghantuiku. Bahkan usapan Raisa di punggungku tidak aku hiraukan. "Fin." Aku mendongak untuk melihat siapa yang memanggilku. Om Adrian, dia datang bersama Tante Dewi, wajahnya terlihat begitu khawatir. "Om." "Bagaimana keadaannya?" Pertanyaan yang mengejutkan, aku kira Om Adrian akan menghajarku setelah tahu aku yang melakukan ini pada Nini, tapi ternyata tidak. Aku tebak Om Adrian masih belum tahu perihal apa yang terjadi. "Belum tahu, Om." Aku menyahut sedih, mengingat bagaimana kondisinya tadi. "Sabar ya, semua akan membaik." Aku mengangguk sambil menyunggingkan senyum. Kuharap memang seperti itu. Tepukan Om Adrian di bahuku membuatku malah semakin sedih dan merasa ber

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD