“Panti asuhan Materna Viscera, sepertinya benar yang ini.” Gumam Drystan sembari membaca catatan kecil yang ia bawa. “Edward, menurutmu kita masuk dan mengaku sebagai ap—huh? Kau kenapa?” Edward mengusap tengkuknya pelan kemudian menggeleng. “Pura-pura saja berencana mengadopsi.” Drystan mencebik tak yakin namun juga tidak membantah. Sejujurnya, mereka berdua tidak menyangka panti asuhan itu masih berdiri. Cooperstown lebih terkenal sebagai tempat hiburan, dan panti asuhan Materna Viscera ini sepertinya hanya satu-satunya di sini. Dua belas tahun yang lalu Reiner dan Reina pernah diasuh di sini, dan kemungkinan pengasuh yang sama masih ada sangat kecil karena kurun waktunya sudah begitu lama. Edward menggoyangkan lonceng di depan gerbang beberapa kali. Suara derap langkah cepat terdeng

