Drystan mengernyit, kemudian ikut melongokkan kepalanya untuk melihat data adopsi di buku yang tengah dipegang Edward. Catatan adopsi Reiner dan Reina diletakkan dalam satu halaman dengan foto mereka yang bersebelahan. Sementara di halaman sampingnya data seorang anak lain berjenis kelamin laki-laki datanya tampak penuh dan lengkap sementara data milik Reiner dan Reina hanya tertera beberapa. Bahkan, alamat si pengadopsi bernama Damian itu tidak dituliskan. “Kenapa diperbolehkan untuk tidak mencantumkan alamat pengadopsi? Bukankah data pengadopsi harus dicatat secara mendetail. Bagaimana jika yang mengadopsi ternyata sindikat perdagangan manusia? Apakah panti asuhan akan bertanggung jawab?” Tanya Drystan bertubi-tubi. Edward bahkan sampai terkejut mendengar pertanyaan dengan nada tinggi d

