bab 3

1202 Words
Mungkin sudah menjadi jalanku berjodoh dengan lestari,sebuah keputusan yang sudah saya ambil untuk menikah dengan perempuan berstatus janda anak satu,tentu sudah melalui pemikiran yang panjang,Aku memang laki laki yang suka tantangan, jelas di depan mata masalah akan lebih kompleks kalau dilihat dari status sudah tidak balance. Statusku yang masih bujangan mau tidak mau harus siap menjadi suami sekaligus menjadi seorang ayah dari anak lestari hasil perkawinan yang pertama. Sebelum perkawinan terlaksana saya sudah meng identifikasi masalah yang bisa terjadi dikemudian hari. Diantaranya adalah "kesalah pahaman dalam perhatian dan mendidik anak" "Campur tangan dari pihak mantan suami mengingat perpisahan akibat perceraian hidup" "Istri mempunyai tolak ukur dalam segala hal sebagai pembanding dengan perkawinan dengan mantan " Setidaknya saya sudah mengetahui hal hal diatas untuk mempersiapkan dalam mengarungi mahligai rumah tangga. Disisi lain saya juga bukan laki laki sempurna Masih banyak kekurangan yang sewaktu waktu bisa emosi sensitif dan perasaan yang naik turun.tergantung bagaimana kita bisa bersikap bijaksana. Cinta yang tulus akan menciptakan keikhlasan. Prinsip dan komitmen harus dikomunikasikan Saling menjaga dan saling mengingatkan. Prinsip dan komitmen harus saling mendukung sebaik apapun kalau datangnya hanya sepihak tidak mungkin bisa bertahan. Sebesar apapun masalah kalau di hadapi bersama akan bisa di lalui. Tetapi bila setiap ada masalah saling membiarkan perkawinan akan sulit dipertahankan. Prinsip "Ada masalah dihadapi bersama dan harus ada komunikasi" Komitmen "Bahwa sebesar apapun masalah dalam keluarga menjauhkan pikiran kita mencari solusi untuk berpisah/ cerai" Langgengnya sebuah perkawinan bisa ditentukan bagaimana menyikapi awal dari perkawinan itu sendiri. Sebuah proses akan menciptakan kwalitas. Jangan biarkan hal hal kecil yang bisa mengikis rasa sayang di antara berdua . Tibalah saatnya perkawinan ku akan segera terlaksana,beberapa tahapan sudah kita persiapkan dari ta arub sampai penentuan tanggal dan hari H nya. Banyak masukan dan pesan yang bisa dijadikan sebagai pertimbangan yang dari keluarga maupun teman. Dari pribadi saya juga berusaha untuk bisa menasehati diri dan bermuhasabah.dalam kesunyian malam hatiku berbisik lirih dalam kalbu. "San...ada masalah atau tidak ada masalah bahwa perkawinan itu bisa bubar,karena masalah bisa di buat yang kecil pun masalahnya bisa dibesar besarkan,tergantung niat kalian berdua". "Titik lemah suami adalah ketika ketaatan istri terhadap kepala rumah tangga sudah tidak ada lagi ". "Suami sudah dianggap tidak mampu atau direndahkan sebagai kepala rumah tangga". Suara itu seakan memberikan pesan bahwa aku untuk selalu menjaga sikap untuk berhati hati. Mataku tak mampu membuka setengah sadar tapi mataku tetap terpejam.suara itu datang lagi . "Sehebat apapun kamu harus punya jiwa yang besar dan mau mengalah,jangan kamu egois bila perkawinan mu ingin langgeng". Terdengar suara adzan subuh ku terbangun sholat dan masih teringat jelas entah mimpi atau bukan yang jelas semua kuprasahkan lewat permohonan doa doa ku. Resepsi pernikahan berlangsung kidmad walaupun jarak tempuh hampir 9 jam keluarga besar ku bisa menyaksikan ijab qobul ku ,ini adalah peristiwa penting dalam hidup pada hari ini status ku sudah sah sebagai seorang suami sekaligus menyempurnakan ibadah. Hahaha pengalaman yang tidak bisa terlupakan kirain sudah tidak ada tamu yang datang ternyata kumpulan arisan haji ibu mertua pada datang semua. Aku manggil istriku dengan panggilan kesayangan - teteh,kebetulan lestari asli jawa barat sunda. "Teteh kenapa tidak bilang,kalau akan ada arisan haji ". sambil ku cium bibir tipis dan dipeluk erat tubuhnya aroma wangi menambah gelora gairah ku. "Heeem ga papa.mereka juga ngalami muda hehehe.....mas juga siiih ga sabaran". istriku ternyata juga membalas ciuman yang lebih wooow. "Teteh juga tidak sabar". pergulatan disiang hari ini membuat kita tertidur lelaap. Sekian tahun akhirnya hari ini adalah jawabannya. "Teteh .... aku menyesal ". candaku sedikit nakal. Istriku ketika itu wajahnya kelihatan langsung berubah seperti ada rasa kesal dan marah. "Kenapa mas menyesal?". suara istriku nadanya meninggi. "Ternyata enak banget". sahutku. "Iiiiich.....kalau enak kenapa menyesal?". istriku masih cemberut . "Kenapa tidak dari dulu aku nikah ...... hahaha". sambil nahan cubitan dari istriku ku juga balas dengan itik itik sampai geli guling guling sprei semua berantakan. Masalah yang kerap muncul dalam perkawinan antar propinsi adalah ketika menentukan tempat tinggal,dan yang terjadi dalam perkawinan aku ini tidak pernah terpikirkan oleh ku.jadi luput dari pembicaraan pra nikah . Mengapa hal itu tidak dibicarakan dari awal,ya menurut pandangan saya perempuan yang sudah menikah ya mengikuti suami. Ternyata pandangan itu tidak harus kaku atau langsung diterapkan terkadang kondisi seseorang tidak mendukung tempat kerja istri sekolah anak semua harus seiring berjalan. Kebijakan kesabaran dan mengalah adalah kuncinya semua tidak serta merta harus begini harus begitu.. tak terasa perkawinan aku sudah berjalan satu tahun. Perkawinan ku termasuk telat dari segi umur,satu tahun kita jalani dengan penuh kebahagiaan untuk tahun ke dua masuk bulan pertama aku mulai serius bukan berarti setahun yang lewat bukan tidak serius. "Teteh tak terasa kita sudah masuk tahun ke dua.untuk tahun ini skala prioritas adalah keturunan ". sesekali aku minum teh manis dan ku lanjutkan ngomong lagi. "Jadi biar teteh bisa focus untuk promil, tidak capek dalam perjalanan ". pintaku demi kebaikan keluarga kita. "Biar saya saja yang kesana kemari". aku sedikit memberikan penekanan. "Ya kalau itu sudah menjadi keputusan mas hasan,saya sebagai istri ikut saja". dari nada bicara dan raut wajah istriku seperti tidak keberatan dengan keputusan saya. Terlihat tidak ada masalah dengan keputusan ku tadi,tetapi sebagai kepala rumah tangga menjadi beban moral.tidak mungkin aku di rumah mertua hanya akan ongkang ongkang saja dirumah mertua. Otakku berputar memikirkan sebuah usaha biar sebagai kepala keluarga punya harga diri ada aktivitas di saat ada di rumah mertua. Dilain hari sepertinya aku sudah menemukan 2 ide gagasan untuk membuka usaha dan secepatnya aku ajak bicara istriku. Sepulang dari departemen sosial kebetulan istriku menjadi tenaga sosial disana yaitu ptsk.sudah santai terus ku ajak bicara di ruang depan. "Teh .....saya ada keinginan membuka usaha disini".kata hasan. "Usaha apasih maas". sahut lestari. "Saya tak ngomong dulu tolong dengarkan,begini suamimu ini tidak mungkin ketika disini seperti ini terus,ada dua pilihan satu membuka rumah makan yang ke dua usaha home laundry .... teteh cocok yang mana?". Ku menunggu jawaban sambil kutatap wajah istriku. "Kalau saya terserah mas saja,kalau suruh milih ya buka rumah makan ". jawaban istriku seperti tidak yaqin. Ya maklum dia mau bilang modalnya dari mana maka tidak yaqin. Sedang saya sebagai suami harus bisa meyakinkan dia. "Kalau masalah modal biar saya yang mikir ". kataku. Saya kasih pandangan antara pilihan rumah makan dengan home laundry. Kalau rumah makan itu modal tidak bergerak yang besar,untuk modal bergerak operasional dan bahan baku tidak terlalu besar resiko besar.karena kalau sepi pembeli makanan bisa basi.rumah makan juga harus memiliki tempat strategis. Kalau home laundry lebih praktis dan resikonya kecil karena usaha ini sebuah jasa pelayanan maka yang harus ditekankan adalah servis terhadap konsumen. Sepertinya istri saya sudah mulai paham obrolan kita berlanjut setelah kita makan bakso. "Teh sekarang tugasmu satu,yaitu ķamu bilang ke keluarga bapak ibu dan pak dhe,,,,,rumah yang disewa itu per bulan berapa kalau boleh biar kita saja yang sewa ". permintaan ku,saya tahu juga bahwa rumah itu salah satu pemasukan uang bulanan bapak ibu. "Iya dech coba besuk saya bicara dengan bapak ibu dan pak dhe ,saya siih yaqin bisa dibolehkan kalau ada solusi". istriku sudah mulai yaqin. "Ya sudah besuk saya pulang untuk mempersiapkan semua dan Nanti secepatnya kabari mas ya". aku beranjak dari kursi dan memeluk masuk kamar tidur. "Maaaaas,siniiii" manjanya dah mulai tanda pingin tangannya berusaha meraihku. "Sebentar ya sayaaang"ku berjalan mendekat.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD