Day 5 : Girls Talking

876 Words
Matahari malu malu muncul, menyibak perlahan kabut yang cukup tebal. Tiga gadis berjalan dengan riang menyusuri jalan tanah mendaki bukit. Sesekali menyapa pekerja perkebunan yang beriringan menuju area kerja mereka. “ Disini aja deh ….” Cinta menghempaskan tubuhnya diatas batu dibawah pohon. Dijulurkannya kaki, membiarkan Sassy dan Jane berburu foto kupu kupu dan burung burung kecil yang berkeliaran di sekitar mereka. “ Jane … jangan dideketin dulu aaaah.” Jane tergelak melihat Sassy merengut kesal ketika gagal mengambil gambarkupu kupu berwarna kebiruan yang tengah hinggap di dahan bunga berwarna kuning cerah. Sassy mendengus jengkel lalu duduk disamping Cinta, membiarkan Jane mengejar kupu kupu seperti anak kecil ,” Dasar… bule norak.” Cinta terkekeh. Jane dan Sassy tidak akan melewatkan kebersamaan mereka tanpa berdebat maupun saling mengganggu, sejak mereka menempati kamar asrama bertiga beberapa tahun yang lalu. “ Kamu nyaman disini, kan Sy ?” Sassy mengangkat bahu, mengarahkan pandangan ke hamparan perkebunan di bawah sana. Rumah batu dan gudang besar disampingnya terselip ditengah warna hijau perkebunan dan “ Hangat dan dingin pada saat yang bersamaan.” gumannya mengambil gambar rumah yang mulai disinari cahaya mentari yang dibiaskan sisa kabut. “ Sassy ….” “ Hemmmm .” Guman Sassy tanpa mengalihkan konsentrasinya dari balik lensa kamera. “ Abang gimana ?” “ Gimana apanya ?” digigitnya bibir dengan kesal karena konsentrasinya terbelah. “ Nyaman bersamanya ?” Sassy menurunkan kameranya, menatap Cinta dan Jane yang sudah duduk berdampingan ,” Kamu tanya nyaman yang mana nih ?” “ Sebenarnya yang kedua.” Cinta nyengir. Jane tertawa melihat Sassy mencibir ,” Kemaren ada yang ingat Dimas.” Sassy melemparkan ranting kering. “ Kok tiba tiba ingat Dimas ?” “ May …" sahut Jane, menatap Sassy yang menggigit batang rumput ,” Melihat May pada abang, seperti melihat Dimas beberapa tahun yang lalu. Cinta mengangguk mengerti ,”Sudah rahasia umum. May membiarkan rasa itu terlihat tapi sedikitpun tidak mengambil langkah. Aku rasa dia takut hubungan dan sikap baik abang akan beruh kalau dia berinisiatif.” “ Kelihatannya dia memahami abangmu dengan sangat baik, sampai paham betul apa yang harus dilakukannya untuk tetap mendapat tempat dihatinya …. kendati bukan tempat yang dia mau.” guman Sassy. “ Kehadiranmu melukainya, lebih dari sebelumnya.” Cinta menyenggol Jane saat melihat rasa bersalah di mata Sassy, sebelum gadis itu menyembunyikan dibalik kamera ,” Sebelumnya dia cukup paham, tidak ada yang benar benar menyentuh hati abang … berapa banyakpun gadis yang dibawa. Dia tahu, porsi yang dimilikinya masih lebih besar.” “ Selama ini, walaupun hanya diletakkan di ruang keluarga … setidaknya mantan mantan abang hanya menempati teras.” ujar Jane memberi perumpamaan. “ Dan aku diluar pagar.” Cinta dan Jane tergelak ,” Dalam kepala bodohmu.” seru mereka bersamaan. Sassy beranjak menjauh, menyibukkan diri dengan kameranya. “ Dia ketakutan.” Cinta mengiyakan ,” Dia pikir abang seperti yang kita ceritakan, dan hanya akan bersikap seperlunya.” tertawa kecil ,” Aku sendiri dan juga mama cukup terkejut melihat reaksi abang atas pengaturan ini.” “ Jerry dan kak Rey bahkan bilang abang serius.” Jane memasang tampang serius ,” Atau jangan jangan abang sudah ….” “ Semogaaa” ujar mereka bersamaan lalu tertawa dan beranjak mendekati Sassy. “ Ambil foto kita disini Sassy.” Sassy menatap dua sahabatnya yang sudah mengambil posisi membelakangi deretan bunga yang tengah mekar dan basah oleh embun. “ Bagaimana rasanya, Cin ?” tanya Jane saat mereka melangkah menuruni bukit ,” Tinggal satu hari lagi dan status kalian akan berubah.” Cinta menghela nafas ,” Gugup, senang, takut.” dilambatkannya langkah ,” Setelah ini, pusat duniaku bukan lagi keluargaku. Aku tidak akan bisa begitu saja lari menghampiri orang tua dan kakak kakakku saat ada masalah. “ “ Mereka tetap keluargamu.” Jane mencoba menenangkan. “ Memang, tapi prioritas Cinta adalah Sam dan anak anak mereka nanti.” Sassy menarik sudut bibirnya ketika Jane melebarkan mata ,” memang seperti itu.” Cinta mengangguk ,” Aku tahu … memutuskan menikah adalah memutuskan menyelesaikan semuanya dengan satu pilihan. “ tersenyum tipis ,” Biasanya aku punya banyak pilihan, berlindung dibalik punggung abang, berdiskusi dengan kak Rey, seru seruan dengan kak Jerry, mengadu dan bermanja pada orang tuaku.” senyumnya melebar, menyadari dia memiliki yang terbaik selama ini dalam hidupnya ,” Tapi setelah ini aku harus menetapkan standar dan titik nyaman baru hanya bersama Sam.” Sassy tersenyum, memeluk bahu sahabatnya ,” Cara Sam melindungimu tidak akan sama dengan abangmu. Sam gak separno abangmu tapi cemburuannya tingkat dewa …" tertawa lepas ketika Cinta menyikut perut dengan ujung sikunya ,” Sama aja ….” “ Dan kamu perlu tahu, karena paranoid … abangku sangat posesif dan itu artinya juga cemburuan.” Sassy mengerdikkan bahu ,” Setelah aku pulang itu bukan masalahku.” “ Terus aja menyangkal.” cibir Jane ,” Jangan pura pura gak tahu kalau ini gak akan berhenti beberapa hari kedepan.” “ Kalian nyaman bersama.” ujar Cinta lembut, memeluk lengan Sassy melihat kilasan rasa takut dan ragu di mata bening sahabatnya. ” Abang akan memperjuangkan yang patut diperjuangkan.” Jane menimpali. “ Dan kamu layak diperjuangkan.” Sassy memilih diam dan tidak menimpali ucapan keduanya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD