Kali Ini Aku Jawab ....

961 Words
“ Sudah sampai ?” Sassy mengucak matanya ketika merasa mobil berhenti. “ Minum dulu ?” “ Thanks.” diterimanya sebotol air dari Luke, mengedarkan pandangan pada area parkir luas yang cukup rindang ,” Itu gedungnya ?” “ Iya.” Luke meletakkan ponselnya ,” Mereka sebentar lagi sampai. Mau nunggu dimana ?” “ Turun aja yuk.” tanpa mennggu jawaban, Sassy membuka pintu mobil. Ponselnya diarahkan ke gedung serbaguna dengan konsep minimalis tapi menggunakan ornamen natural itu. Cukup cantik dipandang begitu saja, tapi tetap mudah untuk didekorasi dengan berbagai tema tampilan. “ Suka ?” Sassy mengangguk. " Masuk yuk.” diraihnya bahu Sassy ,” Ada beberapa spot yang perlu kita tampilkan, sesuai permintaan Cinta.” “ Siang, Luke …" “ Siang Pak Amri ….” Luke menjabat tangan lelaki parobaya berkemeja putih. “ Ini …" “ Ini Sassy … dan ini Pak Amri, yang punya gedung ini.” Lelaki itu terkekeh menyambut uluran tangan Sassy ,” Bisa aja, bapak cuma tukang jaga gedung.” Luke menarik sudut bibirnya ,” Sudah dibuka semua, Pak ? Ini janjian sama wedding Organizer.” “ Sudah … dan beberapa properti yang diminta Cinta sudah ditempatkan di posisinya.” sekali lagi lelaki parobaya itu melemparkan pandangan pada tangan Luke yang tak lepas dari bahu Sassy. “ Kami keliling dulu, Pak. Kalau mereka datang persilahkan ke kantor aja.” “ Baiklah.” senyumnya, menatap keduanya melangkah ke pintu utama gedung. Baru kali ini ia melihat Luke dengan sabar mengikuti seorang gadis yang tampak sering berhenti mengambil gambar atau sekedar memperhatikan beberapa spot maupun ornamen. Biasanya seorang Luke akan melakukan apa yang membuat dirinya nyaman, bahkan kalau itu artinya dia harus membuat seorang gadis kesal. Dan kali ini lelaki itu namak nyaman menuruti seorang gadis. Lelaki parobaya yang sudah lama bekerja pada keluarga itu sengaja memberi waktu bagi Luke dan Sassy untuk berduaan sampai beberapa staff wedding organizer bergabung. “ Jadi, Cinta maunya pelaminan disana ?” Sassy melihat layout yang diajukan staff WO ,” Panggung yang tidak terlalu tinggi dengan latar ukiran besar itu. Tinggal memainkan pencahayaan dan sedikit tanaman. Klasik …" guman Sassy. “ Itu spot favorite nya.” “ Aku paham … Kalau Jane mungkin memilih itu sebagai spot utamanya.” ditunjuknya panggung batu yang dikelilingi kolam dengan dua jembatan ,” Dan alur tamunya dari satu sisi ke sisi lain.” Luke tersenyum ,” Kamu mengenal mereka dengan baik. Jane dan Jerry memang sudah berencana seperti itu.” “ Mereka akan melaksanakannya disini ?” “ Untuk resepsi keluarga besar, teman dan relasi, acara utamanya tetap di rumah orangtua Jane. Gak mungkin mengundang semuanya ke Prancis. Disana lebih ke private party.” Sassy mengangguk, orangtua Jane memang tinggal di Giverny, kota kecil yang indah di Prancis ,” Sekalian liburan.” “ Kalau kamu suka spot mana ?” “ Di …. “ Sassy mengangkat bahu ,” Entahlah.” Luke tersenyum mendapati pandangan gadis itu sedari tadi mengarah pada gazebo putih kecil disekitar taman ,” Garden Party ?” Sassy melebarkan mata coklatnya, lalu berjalan menjauh tanpa menjawab ,” Lalu untuk tamu khusus areanya dimana ya mbak ?” tanyanya pada staff WO. Luke tersenyum simpul, mengikuti Sassy yang antusias berdiskusi dengan staff WO, sambil sesekali menghubungi Cinta atau Sam. “ Bang …" Luke mendekat ,” Ya ?” Sassy mengulurkan layout dengan beberapa coretan ,” Seperti ini, cukup ?” “ Kalau kamu rasa cukup ya sudah.” “ Ish …. abang kan kakaknya.” “ Kamu sebentar lagi juga.” godanya ,” Sudahlah, layout intinya sudah cukup bikin aku pusing ngikutin maunya Cinta.” lanjutnya melihat Sassy cemberut. Pak Amri dan tiga orang staff WO tersenyum melihat mereka berdua. “ Untuk Run downnya kita bicarakan di kantor saja.” Ujar Luke. “ Mari …" Pak Amri mendahului ke kantor ,” Silahkan, sambil diminum.” Luke menarik kursi untuk Sassy menghadap meja bundar dengan kapasitas enam orang itu. “ Ini run downnya, Pak.” Luke meraih berkas yang diulurkan, membacanya bersama Sassy. Sambil menikmati minuman segar dan camilan mereka berdiskusi sampai akhirnya menyudahinya menjelang sore. “ Baik pak, setelah kami revisi … besok soft copy dan hardcopynya akan kami kirimkan.” “ Terima kasih, semoga lancar sampai akhir.” “ Terima kasih kerjasamanya.” Perempuan berkacamata itu mengulurkan tangannya ,” Semoga bisa bekerjasama lagi untuk pernikahan mas dan mbaknya …" ujarnya melemparkan senyum pada Sassy yang tersenyum kikuk. “ Semoga.” sahut Luke singkat, dan menyalami semua lalu membiarkan Pak Amri mengantarkan mereka keluar ,” Capek ?” Sassy menggeleng. “ Sekalian makan malam diluar ?” Mata Sassy berbinar ,” Steak Paman Yo ?” Luke tersenyum, meneguk minumannya sampai tandas ,” Pak Amri, kami pergi dulu. Tolong disiapkan sesuai pembicaraan tadi. Jangan lupa buat ruang ganti dan ruang tunggunya. Lalu melati dan pandannya yang banyak di rumah tua.” “ Siap. Kalian sudah siap siap juga ?” godanya ,” Sebelum atau setelah Jerry nih ?” “ Ish ….” gerutu Sassy ,” Apa senyum senyum ? Udah berapa kali ditanyain seperti itu dengan yang dulu dulu ?” Luke menarik sudut bibirnya ,” Sering.” “ Oh ….” “ Tapi gak pernah mau jawab, padahal perempuan perempuan itu berharap.” sahut Pak Amri terkekeh ,” Atau kalau ada gadis yag menjawab dia dengan sadisnya membantah gak ada pikiran mengajaknya ke arah ini.” lelaki itu menggelengkan kepala. “ Kali ini aku jawab, Pak Amri … mungkin Jerry sama Jane duluan. Nunggu dia siap dulu.” sahut Luke sebelum memekik ketika Sassy menginjak kakinya ,” KDRT sayang.” “ Preeet.” Luke dan Pak Amri tergelak melihat Sassy melengos dengan wajah memerah.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD