Dua Gadis Baik (1)

502 Words
Sassy masih sedikit cemberut saat digiring ke ruang tengah, melihat Cinta, mamanya dan seorang perempuan parobaya yang sangat mirip dengan Sam sudah selesai dengan makeup dan tatanan rambutnya. Ketiganya beranjak dari kursi menuju deretan baju yang digantung rapi. “ Sassy, kamu ama Jane dibenerin rambutnya aja dulu.” Ujar Reina sambil melemparkan kemeja ,” ganti kaosmu.” “ Main lempar aja.” “ Lagian udah tahu mau dandan malah pake kaos gitu.” “ Siapa yang tahu ?” Sassy memajukan bibirnya. Reina tertawa ,” Mbak …. nanti susah gak ngerias bibir bebek begitu ?” tanya Reina pada perias sambil tersenyum mengejek. Sassy menghela nafas ,” Kalau gak ingat si kecil diperutmu …..” Reina terkekeh sambil mengusap perutnya ,” May, kita make up aja dulu ….” dilambaikannya tangan pada perempuan berambut panjang dengan tampilan anggun maksimal ,” Eh, kenalin itu Sassy.” May tersenyum mengulurkan tangan pada Sassy ,” Halo, aku May.” “ Sassy.” tanpa ragu menyambut senyum lembut yang menyenangkan itu ,” Temennya Cinta ama Jane.” “ Dan bawahannya Rei.” sahut Reina kembali meledek Sassy. “ Iya .. iya nyonya direktur yang terhormat. Apalah daya hamba hanya remahan chocho crunch.” “ Yang ada remahan rengginang, Sassy.” seru Cinta sambil mengganti bajunya. “ Maaf ya … aku anak jaman sekarang yang lebih kenal chocho crunch.” Sassy membalas lalu tertawa keras ketika Cinta dan Jane serempak melemparkan sandal mereka. Di kembalikannya sendal sahabatnya sambil tersenyum pada May ,” Apakah mereka tega membullymu, Kak …? ” ujarnya sambil pasang tampang memelas dan beranjak ke balik tirai ruang ganti portable untuk mengganti kaosnya. Tawa bergema di ruang tengah. Sassy menghela nafas, merasa heran Luke tidak tertarik pada perempuan seperti May, yang bahkan bisa dibilang lebih mengerti dirinya dibanding perempuan perempuan lain. Dirinya saja sebagai sesama perempuan bisa melihat May perempuan baik baik, dan ia tidak heran dengan ucapan Luke tadi bahwa ia mencintai dalam diam. Terus terang ia masih tidak tahu harus bersikap seperti apa. “ Sassy …. gak ketiduran kan ?” Teriakan Jane membuat Sassy menghela nafas dan menyibakkan tirai lalu duduk di bangku kosong disamping Jane dan seorang gadis manis usia belasan yang ia tahu adik Sam ,” Hai Gaby.” “ Hai Kak …. “ Sassy terseyum lalu duduk diam menghadap cermin didepannya. May duduk diam, sesekali melirik Sassy dari pantulan cermin. Siapa sebenarnya gadis itu? Ia memang beberapa kali mendengar nama Sassy disebut dalam beberapa tahun terakhir, tapi selama ini hanya sekilas sebagai teman seangkatan Cinta dan Jean yang tidak pernah sekalipun ikut ke rumah ini, bahkan saat pernikahan Rei dan Reina dua tahun lalu. Saat itu kantanya bertepatan dengan gadis itu kehilangan orang tuanya. Mungkin karena ini adalah pernikahan Cinta, makanya Sassy hadir. Mengapa perasaanku mengatakan ada yang lain dari kehadirannya? Mereka semua begitu dekat dan akrab. Tapi bagaimana orang bisa menolak gadis yang hangat dan ceria seperti dia. Apakah Luke juga? May menghela nafas, tiba tiba dadanya terasa nyeri.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD