Mengenalnya Dengan Baik

756 Words
Luke menjalankan mobil dengan kecepatan sedang," Ada apa ?" Sassy menggeleng ," Gak ada apa apa." Luke mengusap ujung kepala Sassy ," Apa yang kamu simpan di kepalamu ini ? Yang baru saja kamu bicara dengan May ?" " Abang tahu ?" " Kamu mengatakan rencana yang dibuat keluargaku tentang kedatanganmu kan ?" Sassy mengangguk. " Dan dia tahu tidak sebatas itu." Sassy mengggit bibirnya. " Kamu memberinya kesempatan untuk mengambil sikap ?" Kali ini Sassy sampai menggeser duduknya menghadap Luke. Luke tersenyum melihat ekspresi gadis disampingnya ," Benar kan ?" " Kok abang tahu ?" " Karena kamu tahu aku sulit bersikap, dan kamu tahu ada saatnya kenyataan harus dihadapi." " Dan aku tahu, bagaimanapun abang gak akan mengorbankan hubungan baik ini kan " " Ada hubungannya dengan seseorang dimasa lalumu ?" Sassy cemberut dan membuang pandangannya. " Jadi benar ada seseorang ?" Sassy diam. " Kamu ada diposisiku atau May ?" Sassy masih diam. Luke menghela nafas," Kalau boleh aku minta, aku ingin May bersikap disaat masih ada kamu." " Apa hubugannya ?" " Aku butuh rem ..., bagaimanapun aku tidak ingin menyakitinya." " Ini sudah sakit buat Kak May." " Bukankah lebih baik sakit dan berhenti ? Kalau istilah kalian, siap move on." " Abang yakin akan merasa lega kalau Kak May berhenti ?" Luke mengangguk yakin. " Akan ada rasa kehilangan, karena sangat mungkin Kak May sedikit menjaga jarak." " Aku tahu. Kamu juga merasakannya ?" Sassy menarik sudut bibirnya ...Sangat .... bagaimanapun aku kehilangan perhatiannya, walaupun selama ini kuanggap sebagai perhatian seorang sahabat " Kamu menyesal ?" Sassy menggeleng ," Ada yang harus kami lepaskan, untuk lebih baik ke depan saat bertemu lagi." gumannya sambil menatap keluar jendela. Luke meraih tangan Sassy dan menggenggamnya ," Begitupun aku." ujarnya lalu membiarkan gadis itu terdiam. " Kak May baik." " Ya .... dia juga mengenalku dan keluargaku dengan baik." diacaknya ramut Sassy ," Saking kenalnya, dia tahu dengan pasti bagaimana rasaku kutempatkan untuknya ... ditempat yang sama dengan Rio. Di posisi paman dan bibi Yo versi kecil." " Kehadiranku menyakitinya, walaupun untuk sementara." Luke tertawa kecil ," Kamu salah ..." " Aku tahu dia sakit." " Ya ... kali ini menyakitinya, tapi bukan kehadiranmu." " Lalu ?" " Karena dia tahu bagaimana aku .....dan keluargaku." ujar Luke tanpa berniat menjelaskannya lebi lanjut ," Kita sudah sampai." diparkirnya mobil didepan rumah tua. Area itu sudah diberi pembatas dan tulisan tempat parkir keluarga inti ," Ayo." " Selamat pagi .." Beberapa staff WO dan Pak Amri menyambut mereka di rumah tua. Luke menraih tangan Sassy, menarik nafas panjang saat memasuki rumah tua yang sudah ditata untuk besok pagi. Matanya menatap dekorasi sederhana yang didominasi warna putih dan dedaunan. " Belum rela melepas adik kecilmu diambil orang ?" tanya Sassy sambil tertawa geli. Luke hanya berdecak kesal. Pak Amri tersenyum ," Kamu mengenalnya dengan baik, Sassy." " Sassy ahli menempatkan diri diposisi orang lain, Pak. Memahami dan membuka tangan untuk orang banyak, tapi bukan hatinya." " Sok tahu ..." " Hatimu cuma buat aku aja ya ." Sassy memutar bola matanya jegah ," Gak tahu malu." Luke terkekeh. Pak Amri tesenyum ," Ini sudah cocok ?" ditunjuknya sekeliling ruangan ," Bunga segarnya baru nanti malam akan dipasang." Luke menatap Sassy, mendapati nya menatap sekeliling ruangan ," Dia cukup puas." Setelah berkeliling rumah tua, termasuk memastikan kamar kamar untuk ganti dan istirahat, mereka beranjak ke gedung. Sambil mendengarkan staff WO menjelaskan runtutan prosesi serta tempat tempat yang harus diambil anggota keluarga. " Silahkan ... minum dulu." Pak Amri menyuguhkan teh dan camilan," Sambil mendiskusikan playlist lagu dan daftar undangan yang akan diajak berfoto." " Teh punya Sassy tanpa gula dan sedikit pekat ya pak." Ujar Luke, mendorong cangkir yang disajikan ke staff WO. Lelaki parobaya itu mengangguk dan berlalu. " Ini playlist lagu yang akan dibawakan, tentu saja nanti bisa request." Sassy membaca deretan judul lagu, mencoret salah satunya ," Ini bukan lagu yang membawa cerita baik buat mereka .. tolong dihilangkan saja." " Hanya lagu, belum tentu juga mereka menyimak. " Cck ... dasar cowok. Lagu itu bisa bikin baper juga. Dan apa perlunya menghadirkan sebutir kerikil di hari istimewa Cinta dan Sam." " Berarti gak boleh ada lagu ini juga, ini lagu orangtuamu. Aku gak mau kamu baper dan melow besok." Sassy menatap Luke ," Bagaimana abang tahu begitu banyak tentang aku ?" Luke tersenyum melihat tatapan polos itu ," Aku mencari tahu." sahutnya sambil mengusap ujung kepala Sassy ," Next ...." ujarnya pada staff WO ," Untuk beberapa tamu VIP, mana list nya ?"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD