Salsa yang awalnya bersembunyi di balik selimut tiba-tiba menyibak kain tebal itu dengan kasar. Wajahnya masih memerah, tapi kini bercampur dengan rasa gengsi yang tersenggol. "Bapak jangan sok anti ya!" sembur Salsa tidak terima. "Ini tuh masterpiece! Adegannya romantis, chemistry aktornya dapet banget! Bapak aja yang hatinya terbuat dari batu, makanya mandang orang ciuman pakai teori biologi!" Elang membalik halaman dokumen digitalnya di layar tablet dengan gerakan pelan dan elegan, sama sekali tidak terpengaruh oleh omelan istrinya. "Sebuah karya fiksi yang dieksploitasi untuk memanipulasi emosi penontonnya yang naif," balas Elang tanpa menoleh. "Sangat tidak efisien dan tidak ada nilai edukasinya." Urat sabar Salsa resmi putus. Gadis itu langsung bangkit dan berdiri di atas

