"Udah?" tanya Derby yang sudah siap-siap melajukan mobil. Dista mengangguk. "Apa yang kamu ingat dari rumah Bintaro, Dis?" tanya Derby sambil tertawa nakal. "Kolam renang." Derby yang mendengar jawaban lugas Dista tertawa lepas. Diusapnya tangan kanan Dista sejenak. "Kamu nggak minta apa-apa dari Papa, Deb?" tanya Dista. Sepertinya dia memikirkan sikap Derby yang sebelumnya yang meminjam mobil Papanya. Padahal seharusnya Derby bisa saja memiliki mobil atau apa saja dari Pak Anggiat. Dia juga baru merasa heran dengan sikap Derby sejak pernikahan yang tidak banyak menuntut apapun dari orang tuanya. Malah cenderung menuruti keinginannya. "Nggak ... aku yang nggak mau, kalo Papa sih mau aja. Udah puas dia nawarin aku apa-apa. Aku tolak. males mikirin gitu-gitu." jawab Derby santai dan ter

