Kaleena terus menyentuh bibirnya setengah jam yang lalu. "Ini aku berdosa banget lho, sorenya ciuman sama adiknya, makannya perang bikin bayi sama kakaknya." Gumannya di depan cermin sambil terus menyentuh bibirnya yang sedikit ngilu.
"Jangan sampai aku terbuai dengan makhluk kasat mata yang menggoda iman seperti setan dan jin." gumamnya lagi semakin ngawur. "Tapi kalau Jin-nya Bangtan nggak masalah sih."
Terlalu asyik bergumam sendiri di depan kaca, suara Maria menggelegar kencang layaknya petir di angkasa. Wanita itu langsung merapikan rambutnya dan keluar dari kamar. Melihat Maria yang sudah berkacak pinggang di samping meja makan.
“Iya.., Nyonya manggil saya” kata kaleena menunduk.
“Kamu itu tuli atau budeg? Saya memanggil kamu dari tadi, datang aja nggak!! Ngapain aja kamu?” ucapnya dengan suara yang begitu tinggi.
Ini kalau udah di desa sudah dipastikan, jika satu kampung bisa mendengar ucapan Maria yang patas itu. Ditambah lagi tuli dan budek apanya? Adik kakak atau saudara sekandung?
“Maaf Nyonya besar, saya lagi mandi.”
“Saya gaji kamu bukan untuk mandi!!”
Tapi cucu kamu gaji saya buat bikin anak!! jawab Kaleena dalam hati.
Tidak mau menambah masalah kaleena hanya mampu mengangguk patuh dan meminta maaf. Lain kali dia tidak akan mandi lama-lama, jika Maria membutuhkan sesuatu. Nyatanya saat Kaleena berlari dari kamarnya hingga ke hadapan wanita tua itu. Dia malah meninggalkan Kaleena tanpa meminta atau menyuruh Kaleena menyiapkan sarapannya. Dia pergi dengan rambut yang ditutup dengan topi. Baru kali ini ada orang ngeselin bin nyebelin macam Maria.
Tapi demi membuat suami jatuh cinta dan bisa hidup bahagia bersama dengan keluarga suami .Kaleena harus sabar. Ingat kata Tiara harus sabar dalam kondisi apapun. Tapi kalau musuhnya Maria, ya mana mungkin bisa kaleena sabar, orangnya aja ngajak tensi darah kaleena naik.
“Leena kenapa?”
Wanita itu terjingkat kaget dengan mengerjapkan kedua matanya, lalu menatap Putri yang berdiri di belakangnya dengan menatap Kaleena heran.
“Itu nenek sihir jahat banget, pagi-pagi udah ngajakin estafet.” dengus Kaleena.
Putri yang tahu apa maksud ucapan Kaleena pun tertawa kecil, dia pun meminta kaleena sabar dalam hal ini. Semua orang terlihat sangat baik, begitu juga dengan Paul. Hanya orang itu saja yang banyak maunya dan juga banyak tingkah. Kadang Putri berpikir bagaimana bisa Paul jatuh cinta dengan wanita jahat macam Maria. Kalau Putri jadi paul, yang ada wanita itu sudah mendepak Maria dari muka bumi ini. Kalau perlu pindah ke planet mars atau pluto, yang sama sekali tidak memiliki penghuni satu pun.
Kaleena tertawa kecil dia juga berniat macam itu dulunya saat pertama kali bertemu dengan Maria. Dia pikir Maria itu adalah salah satu panutan di rumah ini karena yang lebih tua. Sayangnya, bukannya menjadi panutan, dia adalah wanita yang memiliki sifat antagonis level tinggi.
“Ehem, udah belum ber gosipnya?” ucap seseorang dari arah belakang.
Mata Kaleena mendelik sempurna begitu juga dengan Putri. Dia baru saja menggosipkan salah satu anggota keluarga ini. dan sekarang dia mendengar deheman dari arah belakang, entah siapa itu. Kaleena berpikir jika hari ini adalah hari terakhir dia bekerja di rumah ini. Dia tidak akan lagi menyiapkan sarapan, dan melakukan hal apapun yang membuat dia senang. Kalau dihitung-hitung Kaleena baru saja bekerja selama tujuh hari, tapi dia sudah berani bergosip di dapur rumah pula.
Sedangkan Putri jantungnya bahkan hampir saja lepas dari tempatnya, saat dia mendengar deheman itu. Tamatlah riwayatnya saat ini, setelah ini tidak akan ada lagi yang memberi uang pada Putri. Tidak bisa beli baju dan juga mencicil masa depannya. Semuanya telah hancur dan itu hanya karena orang yang ada di belakang Kaleena maupun Putri.
“Kok pada diam? Gosipnya sudah belum?” ucapnya lagi dengan suara yang mengejek.
Dengan perlahan tapi pasti Kaleena dan juga Putri membalik badannya dengan perlahan. Kepala yang menunduk dengan menatap ujung jempol kaki mereka masing-masing. Nafasnya sangat tidak beraturan, jantungnya menunjukan irama yang sama sekali Kaleena benci. Menatap sepatu mengkilap nan licin, Kaleena membersihkan diri mengangkat kepalanya. Di tatapan ya satu pria dengan menggunakan jas abu-abu, yang sedang melonggarkan dasinya.
"Den Aiden..," lirih Kaleena. "Maaf ya den, nggak maksud loh. Tadi itu--"
"Nggak papa." Aiden melangkah mendekat mengambil segelas s**u coklat yang ada di samping Kaleena. "Kadang saya juga berpikir seperti itu. Menendang Oma saya untuk pergi dari rumah. Kamu tau? Dia itu menyebalkan dan juga mengganggu hidup saya." bisiknya.
Kaleena menahan nafasnya bukan karena bisikan Aiden. Tapi karena aroma parfum Aiden yang entah kenapa, mampu mengganggu Kaleena pagi ini. Bahkan ketika pria itu menarik tubuhnya menjauh dari Kaleena, wanita itu masih bisa menghirup aroma parfum itu dengan jelas.
Oh s**t!! Otakku ngelag. ucap Kaleena dalam hati.
Bahkan ketika pria itu melangkah pergi, Kaleena masih bisa mencium aroma parfum Aiden yang memabukkan. Menyadari hal itu Putri pun langsung menyenggol lengan Kaleena dan meminta wanita itu untuk bekerja. Tidak baik bukan pagi-pagi melamun? Apalagi ngelamunin majikan.
-SecretWife-
Baru saja!! Baru saja Kaleena ingin melurusnya pinggangnya di kasur empuk nan nyaman ini di kamarnya. Tapi sayangnya suara Maria begitu mengganggu, dia itu sebenarnya tahu tidak, kalau dari awal Kaleena kerja disini itu hanya untuk memasak? Bukan untuk berkebun. ya, maria meminta Kaleena untuk menanam beberapa benih sayuran, bunga dan juga buah yang dibeli secara online. Benih itu tidak begitu banyak, sehingga menanamnya saja membuat Kaleena pusing. Padahal dalam video yang Kaleena lihat sebelum menanam pun tanahnya harus dikasih pupuk, agar cepat subur dan tanaman cepat tumbuh. Terus ini pupuk tidak ada, cuma ada kompos, tanah, air dan juga benih. Nanti kalau tanamannya mati, yang disalahkan siapa? kaleena lah!! Siapa lagi.
Wanita itu ingin sekali memberitahu Maria untuk membeli pupuk. Tapi kaleena cukup takut, jika tiba-tiba saja maria marah dan mengatai Kaleena sk tau. Dan yang jelas membanggakan dirinya yang bisa berkebun semasa mudanya. baiklah, bertanam sebisanya kalau mati tinggal salahkan Maria. Karena tidak membeli pupuk lebih dulu.
Sambil menggerutu jelas, Kaleena mencampur kompos dan juga pasirnya. lalu mengaduknya hingga menjadi satu, memasukan tanah itu ke dalam polybag. Barulah Kaleena memasukan satu biji ke dalam satu polybag. Bodo amat jika benih itu tumbuh atau tidak yang penting dia sudah bercocok tanam, menanam sebuah benih ini sesuai dengan perintah Maria. kalau ada salahnya, tinggal tendang wanita tua itu. Lagian Kaleena juga mendapat dukungan dari Aiden cucunya sendiri.
“Menanam begitu saja lama!! kamu itu kerjanya lama banget sih!! Ingat ya!! Anak saya gaji kamu bukan untuk santai-santai.” kata Maria.
Kalau saja tangan Kaleena tidak bau tai ayam dan banyak jenis tai. Susah di pastikan Kaleena akan mengusap dadanya dengan sabra. Selain bawel, Maria juga memiliki mulut yang pedas. Sepedas cabe toraja!!
“Nyonya besar menanam begini juga gak gampang. Ini juga nggak ada pupuknya, saya nggak mau kalau--”
“Ada pupuk atau nggak itu terserah saya. Kamu itu anak bau kencur aja sok tau, sok mengajari saya tentang bercocok tanam. Saya ini lebih tua dari kamu, saya tau segalanya soal bercocok tanam!! Paham kamu!!” sela Maria cetus.
Sudah dibilang jangan banyak protes, mulut Kaleena saja yang tidak bisa di rem untuk tetap diam. Dengan tersenyum paksa, kaleena pun menatap maria yang berdiri di belakangnya. Wanita tua itu membawa kipas di tangannya dan menatap Kaleena degan tidak suka.
“Paham Nyonya Besar..,” jawabnya dengan meninggikan suaranya. Seolah dia sedang bekerja keras menekan pupuk itu hingga padat di dalam polybag.
“Kerja yang bagus. Awas saja kalau tanaman saya mati, kamu yang saya hukum.” ancam Maria dan berlalu begitu saja.
Melihat hal itu Karena pun mengacak-acak tanaman itu dengan kesal. Peduli setan mau dihukum atau tidak, hidup atau mati tanaman itu Karena tidak peduli. Di mana-mana yang namanya bertanam itu harus menggunakan pupuk. Lah ini, sudah menyuruh layaknya Bos, dikasih tau malah ngeyel.
"Sabar Bund. Ujian hidup di depan mata." dengus Kaleena.
Tidak mau menambah amarah Maria. Kaleena segera menyelesaikan tugasnya untuk menanam banyak benih ini sampai selesai. Setelah itu barulah Kaleena pergi dari kebun ini dengan perasaan dongkol. Jangan sampai ketika Kaleena istirahat, dan ingin tidur siang dengan nyenyak. Maria kembali memanggilnya.
Ketika wanita itu sampai di kamarnya, dan baru saja membuka pintu kamarnya. Yang ada Kaleena malah melihat satu pria yang tengah duduk santai di kamarnya, sedang memainkan ponselnya.
"Alden kamu ngapain di kamar aku?" pekik Kaleena kaget.
-SecretWife-
Kalau boleh jujur Kaleena ingin sekali pijat. Selain pinggangnya bercocok tanam di kebun milik Maria. Kaleena juga sakit pinggang ketika Alden mengajak dirinya bercocok tanam sekitar satu jam lamanya. Sudah dibayangkan bukan bagaikan nasib Kaleena hari ini?
"Astaga capek!!" pekik Kaleena.
Alden melirik sejenak, lalu kembali bermain ponsel. Pria itu sungguh menyebalkan, padahal baru saja melakukan hubungan intim, tapi dia sudah bisa mengirim pesan pada satu wanita, untuk menemaninya makan malam. Kaleena tahu posisinya, tapi kan bisa dong hargai Kaleena sebentar saja. Dia ini istri Alden yang disembunyikan hanya karena anak. Tapi kan kalau masalah wanita lain, bisa nggak sih tidak harus di hadapan Kaleena? Setidaknya Kaleena tidak menganggap jika dirinya hanya pemuas untuk Alden saja.
"Melayani saya kamu capek?" Alden mematikan ponselnya, menarik selimut tipis ini untuk menutupi tubuhnya yang masih telanjang.
Kaleena menggeleng lalu mengangguk. "Capek pake banget!!"
"Bukannya itu sudah termasuk kewajiban kamu?"
Kaleena tahu jika itu kewajiban wanita itu. Tapi kan tidak harus setiap hari. Kaleena tahu nikah Alden ingin segera memiliki anak, tapi kan tidak harus setiap hari. Selain Kaleena juga disibukkan dengan pekerjaan rumah, Aiden yang suka menempel pada Kaleena. Ditambah lagi Alden yang terus mengajak Kaleena tempur. Tentu saja hal itu membuat Kaleena capek luar dalam.
"Tau!! Tapi bisa nggak habis nge seks sama aku, nggak usah call perempuan lain? Hargai aku yang masih telanjang bulat di sampingmu, setelah berkeringat bersama." ucap Kaleena dengan nada tinggi.
Alden mendengus dia pun menyebabkan selimut tipis dan menunjukan tubuh polosnya. Sialnya, Kaleena malah lebih fokus pada kejantanan Alden yang kembali berdiri. Seolah melambaikan minta masuk lagi. Kaleena menelan salivanya kasar, dia pun menatap Alden yang menyeringai. Jujur, baru kali ini Kaleena ketakutan dengan tingkat ajaib yang bisa membuat balon. Wanita itu menggeser duduknya menghindar dari Alden. Tapi pria itu lebih cepat dari pikiran Kaleena.
Menarik pinggang Kaleena dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Kaleena. Mengecup basah leher itu dan membuat Kaleena menggeliat. Alden masih ingat betul, kelemahan wanita ada pada leher, d**a dan juga paha. Tiga tempat yang menjadi kesukaan Alden selama ini.
"Al--"
"Kaleena..,"
Teriakan itu langsung membuat Kaleena mendelik. Dia pun mendorong tubuh Alden yang masih memeluknya. "Al lepasin bentar. Nenek sihir lagi manggil!!" ucapnya spontan.
"Nenek sihir?" ulang Alden bingung.
"Iya nenek kamu." jawab Kaleena tak kalah spontan nya. Dia bahkan sampai menggunakan bahunya dengan asal-asalan, yang penting dipakai dan juga rambutnya diikat dengan rapi.
Wanita itu langsung merapikan rambutnya kembali dan juga penampilannya, tanpa mempedulikan raut wajah bingung Alden yang baru saja mendengar kata nenek sihir. Apalagi Kalena bilang, jika nenek sihir yang dia maksud adalah neneknya? Itu tandanya nenek yang dia maksud adalah Maria kan?
Merasa sudah rapi dan menyemprotkan parfum pada tubuhnya, agar Maria tidak mencium aroma tidak enak dari tubuh kaleena. Wanita itu segera keluar dan menemui Maria yang terus saja meneriaki namanya.
“Mami kenapa sih teriak terus?” kata Magdalena yang datang bersamaan dengan Kaleena.
“Pembantu kamu itu, kerjanya cuma santai-santai terus. Ini sudah waktunya masuk makan siang dan dia belum siapkan apapun untuk kita.” omel Maria sambil menunjuk ke arah kaleena.
Kaleena menatap tidak suka, walaupun dia disini pembantu tapi dia juga manusia yang memiliki rasa lelah dan capek. Dia juga membutuhkan waktu untuk istirahat. Dia juga bukan robot yang selalu bekerja selama dua pukul empat jam. Di luar orang kerja hanya delapan sampai sembilan jam, sedangkan disini bahkan ketika wanita tua itu memanggil semuanya harus siap dan ada seperti yang dia inginkan. Seolah keinginan orang yang ada di rumah ini, tertahan hanya karena dia. Nanti, kalau Kaleena sudah di publish oleh Alden, dan juga mengandung anak Alden, jangan harap Kaleena akan memberi waktu senggang untuk dia. Bahkan Kaleena tidak akan membiarkan wanita tua itu untuk duduk tenang di kursi goyangnya. Itu adalah janji kaleena pada dirinya sendiri.
“Dasar pemalas!! Buatkan saya makan siang, kamu ngapain disini haa!!”
“Iya Nyonya besar.”
-SecretWife-
so, update terlambat. happy readyng. tab love kalian, komen yang seru ya... makasih?