F51

1573 Words

"Sumpah ya gue laper banget, nungguin lo berdua" ucap agastya dengan kesal sambil menyendokkan nasi ke piringnya. "Siapa juga yang suruh nungguin" ucap agatha dengan kesal "Ini nih. Paling kesel gue sama orang kayak beginian. Udah di tunggu tungguin malah ga peka" "Ya elah bang baper amat lu" "Udah dong. Kalian ribut mulu. Bunda pusing dengernya" ucap ataya mulai kesal. Diaz hanya geleng geleng kepala saja. Percuma juga dia ikut bicara, malah akan mendapatkan semprotan pedas dari agastya dan agatha. Karena pada dasarnya mereka adalah satu kesatuan yang tak terkalahkan ketika berbicara. "Kak diaz mau nambah?" Tanya agatha padanya. "Boleh ayamnya aja. Enak" agatha tersenyum senang saat diaz memuji kelezatan masakannya. "Heleh kebetulan aja. Lagian dimana mana ayam kecap ya gini

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD