Hujan rintik rintik turun, membasahi bumi di siang hari ini. Langit berwarna kelabu. Sewarna dengan hati diaz hari ini. Ataukah memang langit ikut menangis dan berduka bersamanya? Mungkin memang begitu. Diaz menatap batu nisan itu bertuliskan Genta Orlando. Wajahnya datar, tak ada ekspresi apapun namun siapa yang tau bagaimana perasaanya. Meskipun apa yang genta lakukan padanya sangatlah kejam, genta tetaplah ayah biologis diaz. Tentu diaz akan merasa kehilangan. Apalagi diaz merasa jika ia belum bisa membuat genta bangga padanya. Diaz merasakan ada sebuah tangannya yang mengenggam tangan dinginnya. Melingkup begitu erat dan membawa kehangatan padanya. Tanpa melihat pun diaz tau siapa orang itu. Tentu saja agatha. Tak ada kata penenang yang keluar dari mulut agatha untuk diaz. Namun

